Iuran Naik Dua Kali Lipat, BPJS Kesehatan Sepakati Tiga Komitmen Soal Kualitas Pelayanan
Peristiwa

Iuran Naik Dua Kali Lipat, BPJS Kesehatan Sepakati Tiga Komitmen Soal Kualitas Pelayanan

Wonosari, (gunungkidul.sorot.co)--Iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan non-PBI (Penerima Bantuan Iuran) mengalami kenaikan. Tarif baru berlaku sejak tanggal 1 Januari 2020 kemarin.

Sejak saat itu nominal iuran BPJS mengalami kenaikan hingga dua kali lipat. Iuran BPJS Kelas I yang semula Rp 80.000 menjadi Rp 160.000, kelas II dari Rp 51.000 menjadi Rp 110.000, kemudian kelas III dari Rp 25.500 menjadi Rp 42.000.

Kepala BPJS Kesehatan Kabupaten Gunungkidul, Syarifatun Karuniaekawati mengatakan, perubahan iuran tersebut berdasarkan Peraturan Presiden nomor 75 Tahun 2019.

"Berdasarkan data bulan Desember 2019, 94,25 % atau 765.284 warga Gunungkidul terkafer oleh BPJS. Untuk peserta PBI 60 %, sisanya yaitu 40 % peserta non-PBI," jelasnya, Selasa (14/01/2020).

Lanjutnya, BPJS Kesehatan pusat bersama dengan Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) menyepakati tiga komitmen untuk meningkatkan kualitas pelayanan. 

Komitmen pertama berkaitan dengan sistem antrean elektronik. Dengan begitu diharapkan akan ada layanan yang lebih cepat.

Komitmen selanjutnya, seluruh rumah sakit yang menjalin kerjasama dengan BPJS Kesehatan diminta untuk menyediakan informasi ketersediaan tempat tidur perawatan, yang dapat diakses oleh peserta JKN-KIS. Informasi tersebut bisa diakses melalui aplikasi mobile yang terupdate setiap 15 menit.

Ketiga, pasien cuci darah (hemodialisis) di rumah sakit dan sudah terdaftar, tidak perlu lagi membawa surat rujukan dari Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama.