Banyak Pesanan Batal, Pengusaha Hotel dan Restoran Ketiban Apes
Ekonomi

Banyak Pesanan Batal, Pengusaha Hotel dan Restoran Ketiban Apes

Wonosari,(gunungkidul.sorot.co)--Dampak merebaknya kabar soal virus Covid-19 sangat berpengaruh bagi sebagian besar pelaku pariwisata di Indonesia, tak terkecuali di Kabupaten Gunungkidul. Para pengusaha kuliner dan perhotelan belakangan ini sedang dirundung rasa prihatin lantaran sepi pengunjung.

Begitu pula yang dialami Kusnanto, pengusaha rumah makan bebek goreng di wilayah Kecamatan Karangmojo. Menurut dia, sejak dikeluarkannya himbauan pemerintah agar menunda wisata keluar daerah, rumah makan miliknya sudah menerima pembatalan order mencapai 20 rekanan.

Sementara itu Ketua DPC Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Gunungkidul, Sunyoto mengatakan, dampak dari kebijakan pemerintah pusat melalui Pemda dengan menutup kunjungan wisata untuk sementara waktu, telah diperparah dengan kebijakan dari Dikpora untuk menunda semua aktifitas study tour.

Hal itu membuat semua pengusaha restoran dan hotel di Gunungkidul ketiban apes lantaran mendapatkan pembatalan pesanan makanan dan hunian hotel, sampai batas waktu yang belum ditentukan.

Hal ini sudah kita sampaikan ke Pengurus DPD PHRI DIY. Intinya agar disampaikan kepada DPP dan ke pemerintah pusat. Harapannya agar ada kebijakan khusus di bidang keuangan terhadap pelaku pariwisata. Untuk penghapusan pajak 10 % belum berlaku karena sampai sekarang masih menunggu payung hukum,” tandas Sunyoto, Kamis (19/03/2020).

Menyusul adanya serentetan dampak penyakit Corona itu, Sunyoto berharap pemberlakuan pajak online kedepan juga diundur pelaksanaannya. PHRI Cabang Gunungkidul juga mengharap ada dana stimulan dan penundaan angsuran minimal sampai 6 bulan kedepan kepada kreditur bank. 

Ya tujuannya supaya kami para pengusaha di daerah tidak melakukan pengurangan karyawan untuk mempertahankan usaha,” beber Sunyoto.