Stok Darah di PMI Menipis, Pendonor Darah Takut Kumpul - kumpul
Sosial

Stok Darah di PMI Menipis, Pendonor Darah Takut Kumpul - kumpul

Wonosari,(gunungkidul.sorot.co)--Sejumlah kegiatan donor darah batal digelar di beberapa daerah. Hal tersebut berdampak pada stok darah yang dimiliki Palang Merah Indonesia (PMI) Gunungkidul.

Menurut data, saat ini PMI Gunungkidul hanya memiliki beberapa kantong darah. Pada bulan Februari 2020, tercatat jumlah pendonor yakni 498 orang. Sedangkan pada bulan Maret hingga tanggal 19 kemarin, jumlah pendonor ada 199 orang.

"Kemungkinan sampai akhir bulan Maret jumlahnya tidak sampai 300," kata Fitriana, petugas pelayanan PMI, Kamis (19/3/2020).

"Stok darah golongan A ada 4 kantong , B ada 5 kantong , O ada 3 kantong , dan AB 2 kantong. Ini jauh dibawah jumlah stok yang biasa kami miliki," tambah Fitriana.

Sementara itu, Ketua PMI Gunungkidul, Iswandoyo mengatakan, penurunan jumlah pendonor diduga karena dampak penyebaran covid-19. Namun demikian Iswandoyo mengaku telah menghubungi beberapa organisasi maupun perorangan yang menjadi pendonor rutin di PMI.

"Rata-rata mereka yang mau donor takut kumpul-kumpul. Jadi beberapa kegiatan donor masal informasinya batal digelar. Tapi bagi pendonor yang sudah rutin, mereka mendapat SMS otomatis terkait jadwal donor. Jadi biasanya mereka langsung datang ke markas PMI," jelas Iswandoyo.

Terkait antisipasi penyebaran Covid-19, pihaknya pun membuat beberapa kebijakan untuk Unit Donor Darah (UDD) yang sudah diberlakukan sejak hari Senin 16 maret. Beberapa Kebijakan tersebut diantaranya bagi staf teknis diwajibkan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD), menjaga kebersihan UDD, khususnya yang berkaitan kontak langsung dengan pihak luar seperti area register donor, seleksi, pengambilan darah serta dan refresmen donor.

Bagi pendonor darah khusus yang usai berpergian dari luar daerah yang terpapar covid-19 dan pendonor yang mempunyai riwayat kontak dengan pasien positif covid-19 supaya menunda donasi darah selama 28 hari.

Bagi pendonor yang tidak mempunyai riwayat berpergian ke luar Negeri dan kontak langsung dengan pasien positif Covid-19 akan tetap dilayani. Namun demikian sebelum pengambilan darah akan dilakukan pemeriksaan sesuai ketentuan.