Uang Bantuan Diduga Dipotong, Warga Ngaku Dibentak Pak RW
Peristiwa

Uang Bantuan Diduga Dipotong, Warga Ngaku Dibentak Pak RW

Paliyan,(gunungkidul.sorot.co)--Warga penerima Bantuan Sosial Tunai (BST) Kementerian Sosial (Kemensos) di Padukuhan Giring, Kalurahan Giring, Kapanewon Paliyan, mendapat perlakuan tidak enak. Bantuan yang diterima dipotong paksa, bahkan sejumlah warga dibentak oleh oknum Ketua RW.

Pemotongan uang bantuan itu terjadi setiap kali warga Padukuhan Giring melakukan pencairan. Meski tak langsung dipotong, bantuan yang diterima diminta kembali. Warga penerima BST akan didatangi oleh oknum Ketua RW, Harso, ke rumahnya dan diminta menyetor uang yang sudah ditentukan.

"Yang dulu Rp 300 ribu dipotong Rp 50 ribu sekali menerima. Itu tiga kali. Terakhir Rp 600 ribu dipotong Rp 65 ribu," ujar warga yang identitasnya minta dirahasiakan, Sabtu (07/11/2020).

Ia mengaku tak tahu tujuan pemotongan uang tersebut. Saat ditanya, Ketua RW hanya menjawab bahwa uang digunakan untuk keperluan padukuhan. 

Tak hanya itu, ia juga mengeluhkan cara penarikan uang yang tidak ramah, menggunakan nada tinggi dan membentak.

"Inggih nyentak. (Iya bentak)," katanya.

Ia menyebut bahwa pemotongan uang tidak sesuai tujuan dari pemerintah pusat. Dana tersebut dikucurkan kepada masyarakat untuk kebutuhan sehari-hari selama pandemi Covid-19.

"Kondisi seperti ini kok tegel. Uangnya itu kan untuk makan malah dipotong," ucapnya dengan nada sedih sedikit berlinang air mata.

Sementara warga lain juga mengaku dibentak ketika menyetor uang dari bantuan tersebut.

"Ngeden-ngenden nagihe. (Sambil ngeden-ngeden nagihnya)," ungkap warga lain yang enggan disebut namanya.

Ia pun kecewa dana bantuan dari pemerintah diterima tidak maksimal karena adanya potongan. Pemotongan Rp 50 ribu untuk bantuan Rp 300 ribu selama tiga kali dan potongan Rp 65 ribu untuk bantuan Rp 600 ribu.

"Dipotong Rp 50 ribu. Belum ongkos ambil bantuan ke kantor pos. Paling tidak ya hanya Rp 200 ribu saya dapetnya," tuturnya haru.

Sementara Ketua RW, Harso saat dikonfirmasi membantah bila ia membentak warga saat mendatangi warga menarik uang.

"Tidak. Nggak ada nyentak-nyentak (bentak-bentak). Hanya begini saya suka ada tindakan keras kalau ada kerja bakti kok tidak dateng," ucapnya.

Sementara soal uang yang dipotong, ia menolak bila dianggap memotong bantuan pemerintah. Ia menyebut bahwa tarikan tersebut iuran swadaya masyarakat.