Bantuan PKH Diduga Jadi Alat Kampanye, Penerima Digiring Memilih Calon Tertentu
Politik

Bantuan PKH Diduga Jadi Alat Kampanye, Penerima Digiring Memilih Calon Tertentu

Gedangsari,(gunungkidul.sorot.co)--Bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) diduga menjadi alat untuk memobilisasi masyarakat memilih pasangan calon bupati dan calon wakil bupati Gunungkidul nomor urut tiga.

Hal itu disebut terjadi di wilayah Padukuhan Suruh, Kalurahan Hargomulyo, Kapanewon Gedangsari, usai potongan percakapan grup penerima PKH tersebar.

Potongan percakapan yang beredar berisikan ajakan untuk memilih calon urut tiga pada Pilkada Gunungkidul. Salah seorang masyarakat mengingatkan para penerima bantuan bahwa pendamping PKH berpesan agar mereka memilih nomor urut tiga bila bantuan PKH ingin terus dilanjutkan.

Dikonfirmasi Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gunungkidul, Siwi Irianti mengatakan bahwa pihaknya tetap netral dalam penyelenggaraan Pilkada. Dinsos tidak pernah untuk mengistimewakan kontestan Pilkada manapun.

Dinas tidak pernah menyampaikan kepada teman-teman pendamping PKH untuk melakukan sesuatu terhadap kontestan manapun,” kata Siwi, Selasa (17/11/2020).

Siwi menyebut akan mengkonfirmasi adanya potongan percakapan tersebut kepada pendamping PKH di lapangan. 

Sementara Ketua Bawaslu Gunungkidul, Tri Asmiyanto mengatakan bahwa program PKH adalah program pemerintah dan tidak boleh digunakan untuk alat kampanye. Pihaknya mengaku sudah berkordinasi dengan koordinator PKH kabupaten Gunungkidul bahwa hal itu tidak benar.

Itu informasinya klaim sepihak dari masyarakat yang menyebarkan,” kata dia.

Namun demikian pihaknya akan memastikan kembali lewat Panwascam yang ada di lapangan.