Kembalinya Kejayaan Campursari di Era Modernisasi
Budaya

Kembalinya Kejayaan Campursari di Era Modernisasi

Wonosari, (gunungkidul.sorot.co)--Campursari merupakan kolaborasi musik tradisional gamelan Jawa dengan alat musik modern yang saat ini sudah sangat erat di hati masyarakat. Gebrakan yang dibuat oleh sang maestro Manthous kala itu menggunakan bahasa Jawa bahkan bahasa yang biasa digunakan sehari-hari, membuat genre musik campursari mudah diterima masyarakat.

Meski sempat lesu, saat ini Pemerintah Gunungkidul berniat membangkitkan kembali gairah musik campursari. Pementasan campursari dilaksanakan serentak di 18 Kapanewon se-Gunungkidul. Dibiayai oleh dana keistimewaan, masing-masing kapanewon menampilkan seniman lokal.

Kepala Bidang Pelestarian Tradisi dan Warisan Budaya, Dinas Kebudayaan Gunungkidul, Agus Mantara mengatakan, kegiatan yang dibiayai dengan dana keistimewaan tersebut sebagi upaya menghidupkan kembali gairah kesenian Campursari. Sebelumnya di setiap kapanewon telah diresmikan grup campursari tingkat kabupaten maupun Kapanewon.

"Tentunya campursari akan menjadi sebuah potensi yang akan ditampilkan sebagai pengisi acara di Taman Budaya. Kita rencanakan setiap weekend sepanjang tahun akan ditampilkan kesenian," kata Agus Mantara, Sabtu (21/11/2020).

Lanjutnya, selama 6 hari sejak tanggal 19 November 2020, setiap pukul 20.00 WIB dipertunjukan pentas campursari 3 kapanewon sekaligus. Dalam pelaksanaanya menerapkan protokol kesehatan dan acara disiarkan secara live di jejaring YouTube. 

"Ini luar biasa, jadi setiap malam ada tiga pilihan hiburan campursari yang tampil. Kami mengajak kepada para seniman untuk tidak berhenti sampai disini. Mari bersama-sama dengan pemerintah terus melestarikn warisan budaya peninggalan Manthous," pinta dia.