Sebelum Meninggal Sunakip Sempat Sakit, Penyalur TKI Pastikan Hak Almarhum Terpenuhi
Peristiwa

Sebelum Meninggal Sunakip Sempat Sakit, Penyalur TKI Pastikan Hak Almarhum Terpenuhi

Panggang, (gunungkidul.sorot.co)--Jimmy Lengkong, pihak penyalur TKI yang memberangkatkan Sunakip Setiawan, warga Padukuhan Temuireng 2, Kalurahan Girisuko, Kapanewon Panggang berjanji akan berupaya untuk memenuhi hak dari almarhum. Selain itu pihaknya akan berusaha memulangkan jenazah ke tanah air.

Kepada sorot.co pada Kamis (07/01/2021), Jimmy mengatakan bahwa sisa gaji Sunakip yang belum terbayarkan akan segera dipenuhi ditambah asuransi dan juga uang duka.

Hak-hak tersebut akan dipenuhi segera setelah semua berkas ditandatangani oleh keluarga seperti surat kuasa dan surat hubungan keluarga yang akan ia kirimkan ke perusaan Chunai di Taiwan.

Sunakip yang bekerja di kapal penangkap ikan Taiwan sebagai anak buah kapal sekaligus penangkap ikan tuna ini mendapatkan gaji sebesar $450 / bulan atau sekitar Rp 6,6 juta.

Ketika ditanya penyebab kematian Sunakip, Jimmy mengatakan, saksi kuncinya ada pada dua rekan kerja yang kebetulan masih berkerabat dan juga satu padukuhan dengan Sunakip yaitu Udiantoro dan Edi.

Tidak ada tindakan penganiayaan. Sudah saya konfirmasi kepada rekannya yang mendampingi,” ungkap Jimmy.

Sunakip mengalami sakit yang belum diketahui penyebabnya. Menurut pantauan Jimmy, Sunakip mengalami bengkak di bagian kaki dan batuk-batuk setelah lepas sandar. 

Ketika kapal berlayar kembali, kondisi kesehatan Sunakip menjadi semakin parah. Dengan keadaan Sunakip yang demikian, akhirnya oleh Udiantoro dilaporkan kepada kapten kapal agar Sunakip diberikan pengobatan.

Sayangnya ada aturan di beberapa negara yang tidak bisa menerima kapal asing untuk bersandar lantaran pandemi Covid-19, maka kapal kembali ke Taiwan dan langsung ditangani pihak otoritas negara tersebut.

Jimmy mengatakan, dirinya sudah berkordinasi dengan pihak perusahaan Chunai di Taiwan untuk dapat memulangkan jenazah Sunakip. Namun demikian karena akses maskapai penerbangan di beberapa negara dibatasi karena Covid-19 ini membuat Jimmy kesulitan untuk membawa pulang almarhum.

Meskipun demikian, Jimmy mengaku akan berusaha dengan meminta bantuan dari Kementerian Luar Negeri terkait dengan masalah ini. (Naufal)