Sempat Diremehkan Tetangga, Bisnis Ikan Guppy Ekspor ke 5 Negara
Peristiwa

Sempat Diremehkan Tetangga, Bisnis Ikan Guppy Ekspor ke 5 Negara

Gedangsari, (gunungkidul.sorot.co)--Suranto Surip (31) atau sering disapa Surip, warga Padukuhan Ngipik, Kalurahan Tegalrejo, Kapanewon Gedangsari, melalui Kelompok Budidaya Ikan Hias Rezeky Langit, saat ini mendulang untung dan menghidupkan ekonomi warga.

Surip membudidayakan ikan guppy sejak tahun 2014, dengan 3 tahun masa uji coba. Eloknya hingga saat ini bisnis itu mampu menghasilkan omzet jutaan rupiah dalam seminggu dan pemasaran yang luas hingga ke luar negeri.

Pemasaranya untuk luar negeri di Amerika, Thailand, Philipina, Malaysia, dan Guangzou China,” ujar Surip, Minggu (10/01/2021).

Pria yang pernah bekerja di koperasi swasta selama 7 tahun ini, awalnya hanya mencoba dari hobinya yaitu peternakan dan pembudidaya ikan. 

Setiap bisnis tentu tidak selalu berjalan lurus, ia juga pernah mengalami kegagalan pada budidaya lele, peternakan ayam bangkok dan kelinci.

Dulu budidaya dan ternak selama satu tahun belum ada hasil, dan bahkan belum mencukupi,” ujarnya, Sabtu (09/01/2021)

Melalui kenalan nasabahnya ia pertama kali mencoba membeli ikan guppy dengan harga Rp 1,5 juta sepasang.

Saat ini terdapat ratusan ekor guppy dengan 25 jenis yang berbeda dan bervariasi harganya, mulai dari yang puluhan ribu hingga Rp 800.000 perpasang.

Surip pada saat merintis bisnis sempat tidak mendapat restu dari kedua orang tua, dan bahkan sering diremehkan oleh tetangganya.

Sebenarnya karena ejekan dari tetangga, soal ikan cetul ndak mungkin cukup buat hidup, buat ekonomi, itu yang membuat saya semangat untuk membuktikan,” tegasnya.

Informasi yang didapat, Kelompok Budidaya Ikan Hias Rezeky Langit saat ini memiliki 11 anggota. Kelompok tidak hanya membudidayakan ikan guppy, melainkan juga pembuatan pakan, aquarium dan instalasi air.

Semuanya di sini saya arahkan sesuai ketrampilan dan minatnya masing-masing,” tutur Surip.

Selain itu, pria yang menjabat sebagai Ketua Asosiasi Ikan Hias Gunungkidul ini, juga memperhatikan nasib para ibu rumah tangga di desanya. Hampir sebagian warga di desanya juga membudidaya ikan guppy dan pakannya.

Menurut Yasri (24) budidaya jentik atau pembuatan pakan dari limbah lele, yang diajarkan Surip sangat membantu meningkatkan pundi-pundi ekonomi. Bahkan budidaya pakannya lebih menguntungkan daripada budidaya lelenya sendiri.

Biasanya satu hari terjual 5 gelas, satu gelasnya Rp 50.000 dan ini saya ada 2 kolam,” tutur Yasri. (Nadjib)