Warga Gunungkidul Budidaya Lobster Air Tawar, Seminggu Hasilnya Jutaan
Ekonomi

Warga Gunungkidul Budidaya Lobster Air Tawar, Seminggu Hasilnya Jutaan

Wonosari,(gunungkidul.sorot.co)--Lobster dikenal sebagai hasil laut yang bernilai jual tinggi. Olahan masakan berbahan dasar lobster biasa tersaji di rumah makan atau restoran seafood dan dibandrol dengan harga tinggi. Tapi ternyata ada juga lobster air tawar yang bisa dijadikan pilihan konsumen untuk diolah.

Di Padukuhan Ngaliyan, Kalurahan Pulutan, Kapanewon Wonosari terdapat kelompok pembudidaya ikan (Pokdaktan) Danu Tirta yang menekuni budidaya lobster air tawar.

Darmito, anggota Pokdatan Danu Tirta mengatakan, usaha budidaya lobster air tawar terbilang menguntungkan. Pasalnya biaya produksi dan oprasionalnya tergolong murah tapi harga jual tinggi.

Darmito menambahkan, pokdatan yang sudah berdiri sejak 2012 ini berfokus pada pembibitan, dengan rata-rata produksi menghasilkan 1.000 ekor bibit setiap minggunya dan menghasilkan sekitar Rp 1 juta.

Untuk biaya pakan juga terbilang murah. Darmito menjelaskan, pakan lobster air tawar biasanya menggunakan kacang-kacangan dan jagung manis yang dicacah. Darmito merinci, untuk 30 kolam pembesaran hanya membutuhkan 2-4 bonggol jagung tiap harinya.

Kalau dihitung sebulan, biaya pakan sekitar Rp 100 ribu lah,” ungkap Darmito pada Senin (11/01/2021).

Pokdatan yang memiliki sekitar 30 anggota ini juga berusaha mengembangkan budidaya untuk menuju pasar konsumsi. Menurut Darmito, pasar konsumsi juga memiliki potensi bagus. Lobster air tawar ukuran konsumsi dihargai Rp 180 ribu untuk setiap kilogram. 

Pemasaran lobster air tawar dikatakan mudah. Darmito mengungkapkan permintaan pasar untuk bibit lobster air tawar cukup tinggi dengan jumlah ketersediaan di pasar yang masih jarang. Jadi prosentase terjualnya juga tinggi. Sampai saat ini pokdatan Danu Tirta memiliki pengepul yang siap menampung dan pasar umum yang biasanya datang dari wilayah Klaten, Jawa Tengah.

Selain menjual benih, Pokdatan Danu Tirta juga melayani penjualan indukan dengan sistem paket. Sepaket yang berisi 3 jantan dan 5 betina dibanderol dengan harga sekitar Rp 300 ribu - Rp 500 ribu. Semakin besar ukuran induk, harganya relatif semakin mahal. (Naufal)