Penghulu Tak Akan Nikahkan Calon Mempelai yang Nekat Gelar Pesta Hajatan
Peristiwa

Penghulu Tak Akan Nikahkan Calon Mempelai yang Nekat Gelar Pesta Hajatan

Wonosari, (gunungkidul.sorot.co)--Sebagai upaya mengurangi risiko timbulnya klaster baru penyebaran Covid-19 di Kabupaten Gunungkidul, kegiatan hajatan tidak diizinkan untuk digelar. Bahkan Kantor Kementerian Agama Gunungkidul mengambil langkah tegas dengan mengimbau kepada jajaran KUA untuk mengurungkan untuk menikahkan calon pengantin dengan acara pesta hajatan.

Kepala Kemenag Gunungkidul, Arif Gunadi menegaskan, sesuai surat edaran bahwa pelaksanaan akad nikah hanya diperbolehkan diikuti atau dihadiri boleh beberapa orang. Pelaksanaan akad nikah dapat diselenggarakan di KUA atau di luar KUA.

Peserta prosesi akad nikah yang dilaksanakan di KUA atau di rumah diikuti sebanyak-banyaknya 10 orang. Peserta prosesi akad nikah yang dilaksanakan di masjid atau gedung pertemuan diikuti sebanyak-banyaknya 20 persen dari kapasitas ruangan dan tidak boleh lebih dari 30 orang.

Jika petugas KUA mendapati rencana akad nikah saat masa pengetatan ini justru terdapat kerumunan dan tidak mematuhi protokol kesehatan seperti yang disebutkan dalam surat edaran, maka tidak akan dilayani.

"Saya sebagai kepala Kemenag sudah menghimbau kepada KUA se-Gunungkidul. Tendensi negatifnya seperti yang terjadi di daerah lain kepala KUA justru dipecat dengan tidak hormat gara-gara menikahkan mempelai yang di situ terjadi kerumunan. Kalau seperti itu kan penghulu malah jadi korban," kata Arif Gunadi, Selasa (12/01/2021).

Langkah tegas ini dilakukan untuk menghindari terjadinya lonjakan kasus Covid-19. Selain itu dirinya tidak menginginkan petugas penghulu di Gunungkidul justru kehilangan pekerjaannya atau dipecat gara-gara menikahkan mempelai yang menggelar pesta hajatan.