Ngaku Orang Gunungkidul, Wartawan Abal-abal Peras PNS Hingga Puluhan Juta
Peristiwa

Ngaku Orang Gunungkidul, Wartawan Abal-abal Peras PNS Hingga Puluhan Juta

Bantul, (gunungkidul.sorot.co)--Jajaran Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Bantul meringkus komplotan wartawan abal-abal yang melakukan tindak pidana pemerasan terhadap seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) berinisial S (59) warga Dusun Tangkilan, Desa Sumbermulyo, Kecamatan Bambanglipuro. Akibat hal itu, korban harus menanggung kerugian uang senilai puluhan juta.

Kapolres Bantul, AKBP Wachyu Tri Budi Sulistyono mengatakan, peristiwa itu berlangsung pada Kamis, 7 Januari 2021 pukul 15.00 WIB di rumah korban Dusun Tangkil. Awalnya rumah korban didatangi oleh sebanyak 6 orang pria mengaku sebagai wartawan media online Mediator. Para jurnalis abal-abal itu mengaku datang ke rumah korban bermaksud akan mengungkap kasus perselingkuhan yang melibatkan korban.

Mendengar hal itu, sontak korban terkejut karena ia tidak merasa melakukan hal tersebut. Namun demikian, kepiawaian para wartawan gadungan memutar balikkan fakta, membuat S tertekan hingga akhirnya menuruti kemauan para pelaku.

Mereka mengancam akan membeberkan kasus tersebut ke media massa. Namun hal itu tidak akan terjadi, kalau korban membayar sejumlah uang sebagai jaminan tutup mulut.

"Korban dimintai uang, kebetulan di dompet korban waktu itu ada uang sejumlah Rp 1,9 juta," ujar Kapolres, Rabu (13/01/2021).

Tidak berhenti sampai di situ, pada 8 Januari 2021, wartawan gadungan itu menghubungi korban meminta transferan uang Rp 30 juta. Korban pun kembali memberikan uang yang jumlah cukup fantastis itu kepada pelaku. Keesokan harinya, pelaku kembali menghubungi korban, meminta transferan uang, kali ini jumlahnya sebesar Rp 20 juta. 

"Ditransfer lagi oleh korban, sudah transfer Rp 51,9 juta, dan pada 12 Januari korban ditelpon lagi dimintai uang Rp 55 juta, karena korban sudah tidak punya uang, akhirnya korban memilih melaporkan ke kepolisian pada tanggal 12 Januari," tandasnya.

Laporan itu kemudian ditindaklanjuti oleh jajaran Satreskrim dan tak membutuhkan waktu yang lama mengungkap kasus tersebut sekaligus meringkus para pelaku. Tiga orang dari enam orang pelaku berhasil ditangkap, sementara dua orang masih dalam pencarian.

Tiga orang yang mengaku sebagai warga Kabupaten Gunungkidul itu masing-masing PH (48), BSMM (46) dan BPS (52).