Jembatan Akan Dibongkar, Warga Bingung Mau Lewat Mana ?
Peristiwa

Jembatan Akan Dibongkar, Warga Bingung Mau Lewat Mana ?

Gedangsari, (gunungkidul.sorot.co)--Salah satu jembatan yang menjadi penghubung dan merupakan jalur ekonomi masyarakat di Kapanewon Gedangsari bakal dibongkar. Oleh karena itu, akses jalan masyarakat di Kalurahan Hargomulyo, Mertelu, Tegalrejo, Watugajah, Sampang dan Serut menuju pusat kota bakal terputus untuk sementara waktu. 

Pembongkaran jembatan di wilayah Kalurahan Ngalang, Kapanewon Gedangsari itu dilakukan lantaran bakal dibuat lebih lebar. Adanya pembangunan jembatan tersebut disambut baik oleh masyarakat di sana, sebab setelah dibangun tentunya akses jalan akan lebih baik. 

Akses masyarakat tidak terputus total, tampak jalan sementara dibuat dari bahan bambu disebelah utara jembatan. Jika dilihat diperkirakan jalan sementara itu hanya bisa dilalui pejalan kaki, maksimal sepeda motor. 

Kekhawatiran muncul dari sebagian masyarakat terutama di Kalurahan Hargomulyo, Mertelu, dan Watugajah. Proyek yang diperkirakan berlangsung selama 4 hingga 6 bulan kedepan dikhawatirkan bakal berdampak pada perekonomian masyarakat setempat. Bagaimana tidak, aktivitas bisnis terutama sektor perdagangan cukup terdampak karena tidak adanya akses jalan bagi kendaraan roda 4.

"Tolong digarisbawahi yang tebal, masyarakat menyambut baik proyek itu. Tapi tolong diberi solusi untuk jangka pendeknya. Kami tidak apa-apa terdampak, tapi paling tidak dibuat jalan sementara yang bisa dilalui kendaraan roda 4. Kalaupun membuat jalan sementara membutuhkan swadaya masyarakat, kami siap," kata Rudi, pelaku UMKM warga Kalurahan Hargomulyo, Senin (05/04/2021). 

Melihat papan pemberitahuan, kendaraan roda 4 tidak bisa melewati jalan tersebut membuat sebagian masyarakat resah. Sebab jalan tersebut merupakan satu-satunya akses menuju pusat kota termasuk pusat layanan kesehatan. 

"Kondisi sebagian masyarakat di sini pas-pasan, tidak bekerja satu hari ya bisa tidak makan. Memang ada jalan memutar lewat Patuk, tapi itu tidak bisa jadi jalan alternatif karena memutar dan jalannya juga membahayakan penggunanya karena sempit dan curam. Tolong ini dipikirkan demi masyarakat banyak," tambah Rudi diamini Widodo dan Kaswanto. 

Widodo yang juga warga Kalurahan Hargomulyo yang merupakan penyedia jasa angkutan bagi pedagang pasar mengaku kebingungan karena tidak ada akses jalan yang bisa dilalui.

Kata dia, kalau harus melewati jalan memutar melalui wilayah Patuk, dari segi waktu maupun biaya tidak memungkinkan bagi penumpangnya yang merupakan pedagang Pasar Ngalang.

"Kalau menaikan tarif bisa 3 kali lipat, kasihan pedagang nggak akan nutup, mereka bisa rugi," kata Widodo. 

Senada dengan Widodo, Kaswanto pedagang kelontong setempat juga berpendapat adanya proyek itu bakal menaikan harga sejumlah kebutuhan pokok di sebagian wilayah Gedangsari. Distributor dari luar, kata dia juga tidak akan sanggup jika harus memutar melalui wilayah Patuk. Kondisi ini terjadi pada saat situasi pandemi dan kebutuhan masyarakat meningkat saat bulan puasa dan Lebaran. 

Digambarkan pula, dalam waktu dekat musim panen bagi petani. Tidak adanya alternatif pembuatan jalan sementara bagi kendaraan roda 4, diprediksi bakal membuat harga panen juga anjlok, bahkan petani juga bisa kesulitan menjual hasil panen.