Parkir Mahal, Pengelola Wisata Gesing Ternyata Sudah Berulangkali Dibina
Wisata

Parkir Mahal, Pengelola Wisata Gesing Ternyata Sudah Berulangkali Dibina

Wonosari, (gunungkidul.sorot.co)--Liburan panjang saat Hari Raya Paskah beberapa waktu lalu menjadikan Kabupaten Gunungkidul kebanjiran wisatawan. Tapi tidak semuanya bahagia, ada pula sebagian wisatawan mengeluhkan mahal tarif parkir yang bahkan melebihi tiket masuk obyek wisata.

Menanggapi hal itu, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul melalui Dinas Perhubungan menyatakan jika Pemkab Gunungkidul dan DPRD sudah mengeluarkan aturan yang jelas mengenai tata laksana dan tata kelola parkir di tempat wisata.

“Peraturan mengenai parkir itu berlapis. Ada Perda 18 Tahun 2018, Perbup 64 Tahun 2019 dan Perda nomor 12 dan 13 Tahun 2019 Tentang Retribusi,” ujar Kepala Seksi Perparkiran, Dinas Perhubungan Gunungkidul, Achid Bustomi kepada sorot.co, Senin (05/04/2021).

Menurut aturan itu, sudah ditetapkan tarif parkir untuk area wisata. Area wisata memiliki tarif parkir untuk sepeda motor Rp 3.000 di setiap obyek wisata, Rp 5.000 untuk biaya parkir kendaraan pribadi keluarga roda empat.

Untuk kendaraan travel seperti Hiace dan Elf dikenakan biaya parkir Rp 8.000, dan untuk bus ukuran kecil dikenakan biaya parkir Rp 10.000 untuk bus ukuran kecil dan Rp15.000 untuk bus ukuran besar.

Untuk pengawasasan dan pelaksanaan peraturan, Dishub melakukan pengawasan atau monitoring.

Saat diminta tanggapan mengenai keluhan wisatawan terkait tingginya tarif parkir di Pantai Gesing di Kalurahan Girikarto, Kapanewon Panggang yang mencapai Rp 10 ribu untuk mobil kecil, Bustomi menyatakan jika pihaknya sudah 2 kali melakukan pembinaan kepada pihak pengelola Obyek Wisata Pantai Gesing. Saat ini pihaknya pun masih terus mengumpulkan keluhan-keluhan wisatawan yang lain.

Kami akan pelajari dulu. Kemungkinan akan kami tegur,” tambahnya.