Kisah Horor Makam Bongcina, Sudadi Pernah Ditepuk Sosok Perempuan Tua Berambut Panjang
Peristiwa

Kisah Horor Makam Bongcina, Sudadi Pernah Ditepuk Sosok Perempuan Tua Berambut Panjang

Wonosari,(gunungkidul.sorot.co)--Meskipun era modern telah menggeser diri untuk lebih realistis, nyatanya kepercayaan terhadap penampakan hantu tetap bercokol di masyarakat. bahkan hal itu pun seringkali menjadi bahan obrolan yang asyik dan sesekali membuat bulu bulu kuduk berdiri. 

Salah satu tempat yang tak lekang aura mistis dan menjadi kambing hitam penampakan hantu adalah makam, salah satunya di area Bongcina di Padukuhan Tawarsari, Desa Wonosari, Kecamatan Wonosari.

Aura horor terlihat dari jalan aspal yang berada tak jauh dari area pemakaman. Ditambah banyaknya pohon yang berada di sekitar makam dan minimnya penerangan menambah suasana seram, terlebih kala malam hari.

Menurut Sudadi (57), warga Tawarsari, Wonosari yang juga juru kunci salah satu area pekuburan setempat menuturkan, memang banyak gosip yang berkembang di masyarakat mengenai berbagai kejadian seram di area pekuburan tersebut. 

"Ada cerita dari masyarakat, pernah ada orang jualan martabak saat malam hari pingsan karena terjebak muter-muter di sana," kata Sudadi, Kamis(25/05/2017) 

Adalagi temannya yang melihat sendiri penampakan sosok perempuan berada di atas pohon asem Belanda disamping pemakaman. Penampakan tersebut dilihat teman Sudadi lihat sekitar pukul 02.00 dinihari ketika mau berangkat ke Siyono, Playen. Namun lama kelamaan dilihat sosok tersebut hilang dalam waktu sekejap. 

Sudadi berujar, penampakan sosok perempuan tak hanya disaksikan lewat mata, tapi sampai terfoto oleh pengunjung makam setelah usai pemakaman salah satu keluarganya.

"Sosoknya seorang perempuan dan memakai topi tipis yang sering dipakai orang Belanda" tambahnya.

Selain sering mendengar cerita dari masyarakat, Sudadi pun pernah mengalami kejadian menyeramkan di area pemakan Jawa saat menggali kubur. Sekitar tahun 2006 saat bulan puasa, dirinya masih mengerjakan gali lubang pesanan seorang hingga Maghrib. Dalam suasana gelap ia masih terus saja menggali tanah tanpa melihat waktu.

Saat sedang fokusnya menggali, pundaknya tiba-tiba ditepuk dari belakang. Sudadi tak bergeming dan tak terlalu menghiraukan tepukan tersebut karena sudah merasa tangan yang menepuknya dingin.

Tepukan kedua pun tak dihiraukannya. Hingga tepukan ketiga Sudadi menoleh ke sumber tepukan dan alangkah kagetnya ia dengan apa yang tampak di depan matanya. Sesosok perempuan tua dengan muka hancur seperti terbakar dengan rambut panjang tergerai hampir menutupi mukanya dan tangannya menjulur ke arah pundak Sudadi.

Selama beberapa saat, Sudadi tak bisa bergerak dan tangannya hanya memegang gagang cangkul dengan kuat. Kemudian ia bacakan surat Al Fatihah, namun sosoknya tak hilang. Setelah itu ia pun segera bergegas pulang.

"Saya katakan, matur nuwun Mbah sudah diingatkan. Ini tak kirim Al Fatihah tiga kali. Kalau sore pun saya juga pernah melihat bayangan sliwar-sliwer," tutupnya.