Kapal Bantuan Sekolah Disewakan Nelayan ?
Pendidikan

Kapal Bantuan Sekolah Disewakan Nelayan ?

Tanjungsari,(gunungkidul.sorot.co)--Dua unit perahu motor tempel hibah dari pemerintah untuk SMK Kelautan Tanjungsari diwarnai tudingan miring. Beredar kasak-kusuk, peruntukan kapal tersebut tidak digunakan untuk ajang praktek siswa akan tetapi justru disewakan oleh sejumlah oknum dari pihak sekolah kepada nelayan Pantai Sadeng, Desa Pucung, Kecamatan Girisubo.

Yang cukup janggal, begitu kasak-kusuk tersebut berkembang, pihak sekolah langsung menarik perahu tempel yang biasanya diparkirkan di Pantai Sadeng ke gedung SMK Kelautan Tanjungsari. Alhasil pasca dilakukan penarikan tersebut, perahu motor hanya mangkrak di gedung sekolah.

Menanggapi tudingan komersialisasi kapal bantuan pemerintah tersebut, Kepala SMK Kelautan Tanjungsari, Sudiyarto langsung memberikan bantahan. Selama ini, pihaknya mengakui penempatan perahu motor tempel di Pantai Sadeng. Namun demikian, ia berdalih bahwa perahu milik SMK Kelautan itu hanya sebatas diparkirkan saja di dermaga Pantai Sadeng.

Dia beralasan, ditempatkannya dua perahu tersebut bertujuan agar tidak cepat rusak karena jika di Pantai Sadeng perahu bisa mengapung, berbeda jika ditempatkan di Pantai Baron.

"Kalau ditempatkan di Baron harus diseret terus jika minggir, jadi gampang rusak. Kalau ditempatkan di Pelabuhan Sadeng kan mengambang terus," dalihnya ketika ditemui sorot.co beberapa waktu lalu.

Berkaitan penarikan perahu yang dilakukan sekolah, Sudiyarto beralasan bahwa hal tersebut tidak ada sangkut pautnya dengan beredarnya rumor mengenai penyewaan kepada nelayan. Perahu ditarik lantaran pihaknya sempat dimintai uang parkir senilai Rp 750.000 per kapal per tahun oleh Syahbandar anyar Pelabuhan Sadeng. 

Dulu waktu Syahbandar yang lama tidak pernah saya bayar karena memang tidak ada aturan yang jelas. Begitu petugasnya anyar, perahunya langsung saya tarik ke sekolah walaupun sebenarnya tidak ada masalah, kelit dia.

Perihal asal muasal perahu tersebut, Sudiyarto mengaku tidak mengetahui secara pasti. Pihaknya hanya menjelaskan bahwa SMK Kelautan Tanjungsari hanya sebagai pengguna aset yang diberikan oleh SMK 2 Wonosari. Sebab, sejarah SMK Kelautan Tanjungsari memang sempat menjadi satu dengan SMK N 2 Wonosari.

"Saya tidak tahu itu hibah dari mana dan harganya berapa. Kami hanya sebagai kuasa pengguna aset. Yang jelas itu waktu jamannya Pak Mustangid dan Pak Narto," beber Sudiyarto.