Balai Ini Tampung 20 Anak dengan Berbagai Masalah
Sosial

Balai Ini Tampung 20 Anak dengan Berbagai Masalah

Wonosari, (gunungkidul.sorot.co)--Balai Rehabilitasi Sosial dan Pengasuhan Anak (BRSPA) di Gunungkidul saat ini menampung 20 anak. Anak-anak tersebut berasal dari anak yang telah lama hidup di jalanan, korban kekerasan orang tua dan rujukan dari pemerintah desa atau instansi lainnya.

Balai RSPA di Gunungkidul yakni lembaga milik Pemda DIY. Dulunya lembaga itu bernama Panti Karya yang berdiri pada tahun 1960 untuk menampung pengemis dan gelandangan.

Kepala Dinas BRSPA, Endang Iriyanti mengatakan, sejak berdiri hingga saat ini RSPA telah mengalami beberapa perubahan dari segi nama maupun kelembagaannya. Adapun beberapa tugas dari lembaga ini adalah melakukan perlindungan, pengasuhan, pengembangan, rehabilitasi sosial untuk para penyandang masalah kesejahateraan anak.

"Kita saat ini menampung 20 anak yang memiliki masalah sosial yang bermacam-macam pula," kata Endang Iriyanti, Senin (17/07/2017).

Meskipun balai ini menangani hal yang berkaitan dengan kesejahteraan, akan tetapi untuk masuk kelembaga ini anak harus memenuhi prosedur. Contohnya, jika anak tersebut memang terlantar memang harus masuk ke balai ini meskipun ia memiliki orang tua. Akan tetapi, jika anak tersebut mengalami masalah karena perekonomian orang tua, pihaknya hanya memberi pendampingan saja. 

"Sebenarnya tergantung masalah yang dihadapi juga. Belum lama ini ada anak yang masuk korban kekerasan orang tua. Dari pihak pemdes merujuk anak tersebut untuk dititipkan disini karena kondisinya yang semakin memprihatinkan," lanjutnya.

Aktivitas di balai ini sebenarnya sama dengan aktivitas anak-anak seperti biasa. Anak-anak di sekolahkan hingga lulus SMA, mereka dibebaskan untuk memilih sekolah yang mereka inginkan. Untuk kegiatan sehari-hari tidak ada yang berbeda.

Endang menambahkan, penghuni BRSPA saat ini kebanyakan anak-anak berusia SD karena memang mereka kurang mendapat perhatian dari orang tua mereka. Tak sedikit pula, anak-anak yang keluar dari BRSPA ini menjadi orang yang lebih baik lagi kesejahteraannya.

Ada yang mampu bersekolah hingga sarjana karena memang pada dasarnya anak-anak penghuni BRSPA memiliki IQ yang tinggi dan pandai ada pula yang bekerja di luar negeri.

Meskipun lembaga ini sudah terbentuk sejak lama, akan tetapi masyarakat masih banyak yang belum mengetahui mengenai lembaga serta tugas dan fungsinya. Saat ini pihak BRSPA tengah berupaya melakukan berbagai sosialisai terhadap masyarakat jika menemukan permasalahan yang menyangkut kesejahteraan anak untuk berkonsultasi.

"Harapan kami sebenarnya tingkat sejahteraan anak lebih ditingkatkan lagi. Karena sebenarnya kasihan kalau anak sampai harus menanggung beban yang sangat besar, karena mentalnya bisa terganggu," pungkasnya