Kedungkeris Terima Dana APBN Nyaris Capai 1 Miliar, Buat Apa Ya ?
Pemerintahan

Kedungkeris Terima Dana APBN Nyaris Capai 1 Miliar, Buat Apa Ya ?

Nglipar,(gunungkidul.sorot.co)--Pemerintah Desa Kedungkeris, Kecamatan Nglipar tahun 2017 mendapat gelontoran dana desa dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp 911,66 juta. Sejumlah rencana pembangunan dan pemberdayaan untuk menelan dana yang nyaris mencapai 1 miliar tersebut sudah disiapkan oleh pemdes sejak tahun lalu.

Kepala Desa Kedungkeris, Murdiyanto mengatakan tahun ini pihaknya memprioritaskan pembangunan fisik lantaran masih terdapat fasilitas umum yang rusak dan sangat perlu dilakukan pembenahan. Disebutnya, di bidang fisik ia menganggarkan dana Rp 582,38 juta.

Banyak yang harus diperbaiki, terutama talud dan jalan desa. Pembangunan sarana di obyek wisata juga tidak luput kita garap di tahun ini,” jelasnya, Jumat (04/08/2017).

Selain itu, diungkapkan Murdiyanto, pembangunan fisik yang dikerjakan ialah pembangunan saluran drainase, pembangunan jaringan air bersih atau air minum desa dan pembangunan jalan lingkungan pemukiman. Semua itu menurutnya sudah tercantum di rencana tahun lalu. 

Titik dimana akan dilakukan pembangunan pun sudah diputuskan. Saat ini masih menyelesaikan pembangunan tahap I,” tegasnya.

Memakai anggaran dana desa itu pula, Pemdes Kedungkeris merencanakan pemberdayaan masyarakat. Terdapat beberapa agenda pilihan yang akan dilakukan di bidang pemberdayaan. Beberapa kegiatan itu berupa pelaksanaan bulan bakti gotong-royong, pemberian stimulan pembangunan insfrastruktur padukuhan, pelatihan kelompok usaha mikro dan kecil, pelatihan kelompok kerajinan, pelatihan kursus ketrampilan masyarakat, pengembangan teknologi tepat guna dan pembinaan pengelolaan tanaman obat keluarga.

Bidang pemberdayaan kita anggarkan Rp 214,43 juta. Semoga semua bisa tercukupi dan berjalan lancar demi kemajuan masyarakat dan desa Kedungkeris,” tuturnya.

Dalam pelaksanaan kegiatan, diakui Murdiyanto, selalu mengedepankan transparansi. Karena menurutnya program yang menelan anggaran negara harus difungsikan sesuai aturan yang ditetapkan pemerintah.

Jika ada warga yang belum jelas tentang anggaran dan pelaksanaan bisa langsung datang ke kantor desa. Akan kami sampaikan sejelas mungkin, meskipun sebelumnya kita sudah melakukan sosialisasi keliling padukuhan,” pungkasnya.