Tarian Api dan Campursari Tutup Festival Kesenian Yogyakarta
Budaya

Tarian Api dan Campursari Tutup Festival Kesenian Yogyakarta

Wonosari,(gunungkidul.sorot.co)--Festival Kesenian Yogyakarta (FKY) XXIX tahun 2017 di alun-alun Wonosari resmi ditutup, Sabtu (12/08/2017) malam. Fire Dance atau tarian api berikut kesenian musik campursari menjadi pertunjukan terakhir, sukses membius ribuan penonton yang berjubel memadati alun-alun.

Tarian api yang khusus dihadirkan panitia membuat para penonton dan pejabat lingkup Pemkab Gunungkidul takjub. Keindahan tarian dipadu dengan nyala api terlihat begitu indah dan menjadi warna tersendiri dalam even yang dihadirkan setiap setahun sekali tersebut.

Konseptor Fire Dance, Eko Paryadi (35) mengaku bangga dapat tampil di hadapan ribuan warga Gunungkidul. Menurutnya, penampilan dalam momen FKY kali ini merupakan penampilan yang sangat berkesan lantaran antusiasme masyarakat yang begitu luar biasa. Persiapan untuk tampil secara total sengaja disiapkan Eko agar nanti jalannya pertunjukan dapat berjalan secara lancar dan menawan.

"Memang untuk dapat belajar sampai bisa menari menggunakan api membutuhkan waktu yanh cukup lama yakni 2 tahun. Butuh keberanian juga soalnya," ujar pria kelahiran kota Yogyakarta itu saat ditemui seusai pertunjukan.

Sementara itu Wakil Bupati Gunungkidul, Immawan Wahyudi dalam sambutannya saat menutup acara mengatakan, FKY saat ini bertujuan memperlihatkan potensi seni di DIY, khususnya Kabupaten Gunungkidul. Kesenian dan potensi lokal asli daerah harus dimanfaatkan secara maksimal oleh para pegiat seni dan budaya untuk bisa diperkenalkan secara luas dan dikemas menarik. 

"Saya mengapresiasi acara ini cukup berhasil. Animo masyarakat yang datang menyaksikan acara FKY ini sangat tinggi," imbuhnya.