Korban Seperti Dihipnotis, Kasus Perampasan Motor di Hutan Wanagama Masih Gelap
Hukum & Kriminal

Korban Seperti Dihipnotis, Kasus Perampasan Motor di Hutan Wanagama Masih Gelap

Playen,(gunungkidul.sorot.co)--Hingga lebih dari seminggu berselang, kasus tindak pidana perampasan sepeda motor dengan kekerasan di wilayah Hutan Wanagama, Desa Banaran, Kecamatan Playen masih belum juga menemui titik terang. Aparat kepolisian setempat dibantu Tim Buser Satreskrim Polres Gunungkidul terus berusaha mendalami perkara yang menimpa Aditya Muhamad Akhsan (12) seorang pelajar SMP warga Semenrejo, Desa Pulutan, Kecamatan Wonosari dan Ilham Khoirudin (12) tersebut yang terjadi pada Jumat (04/08/2017) silam.

Kapolsek Playen AKP Wahyono Heru melalui Wakapolsek, Iptu Teguh Dwi Santosa mengatakan saat ini sudah meminta keterangan dari 3 saksi dan korban. Akan tetapi, keterangan yang didapat dari beberapa saksi masih cukup jauh untuk mengarah terhadap indikasi identitas pelaku.

Masih dalam penyelidikan oleh satuan reskrim,” katanya, Selasa (15/08/2017).

Teguh mengaku meski kasus sudah berjalan 11 hari, belum bisa mengindikasi pelaku lokal atau lintas. Namun ia optimis jajarannya bisa mengantongi identitas dan keberadaan pelaku. Namun demikian ketika disinggung mengenai target penuntasan kasus, Teguh enggan membeberkan lebih jauh. Menurutnya hal semacam ini diakuinya membutuhkan proses yang mendalam dan tidak bisa diukur waktu. 

Kami usahakan secepatnya dalam pengungkapan kasus ini,” tegasnya.

Beberapa kendala berkaitan dengan pengusutan ini menurut Teguh adalah minimnya keterangan saksi maupun petunjuk lain sehingga membuat pihaknya harus memutar otak mencari celah penyelidikan. Sementara keterangan dari korban yang masih berusia bocah pun menjadi kendala lantaran harus dilakukan secara pelan-pelan agar tidak sampai membuat anak tersebut terganggu psikologisnya.

Ditanya soal indikasi pelaku professional atau bisa, ia menganggap pelaku masih belum professional. Belum terungkapnya kasus ini ditegaskannya karena keterangan korban yang belum stabil.

Korban seperti dihipnotis,” imbuh Teguh.

Diberitakan sebelumnya, aksi pencurian disertai dengan kekerasan tersebut terjadi di kawasan hutan Wanagama Desa Banaran, Kecamatan Playen, Jumat (04/08) sekitar pukul 14.00 WIB. Kedua korban berniat ingin menengok teman yang sedang sakit di wilayah Desa Piyaman, Kecamatan Wonosari. Namun, ketika sampai di depan SMP 4 Piyaman keduanya dihentikan oleh 2 orang laki-laki yang tidak dikenal dengan mengendarai sepeda motor jenis Vega warna merah.

Pelaku meminta tolong agar diantar ke sekolah SMP PGRI Kecamatan Playen. Salah satu pelaku meminta sepeda motor korban untuk dikendarai pelaku, sedangkan korban dan temannya disuruh membonceng pelaku lainnya. Pelaku yang satu mengikuti pelaku yang berboncengan bertiga dari belakang jarak jauh.

Kemudian korban dan temannnya diajak keliling mencari sekolah SMP PGRI Playen. Namun setelah sampai, pelaku yang mengendari sepeda motor korban justru tidak berhenti. Dia justru memacu kendaraan korban hingga ke kawasan hutan Wanagama.

Setelah sampai hutan Wanagama, pelaku meminta sepeda motor dan sebuah HP milik korban. Tak hanya itu korban juga dipukul pelaku dan langsung membawa lari sepeda motornya. Akibat aksi perampasan tersebut korban mengalami kerugian sekitar Rp 16 juta.