Petani Bilang Panen Tembakau Tahun Ini Anjlok
Ekonomi

Petani Bilang Panen Tembakau Tahun Ini Anjlok

Wonosari,(gunungkidul.sorot.co)--Petani tembakau di Desa Wareng, Kecamatan Wonosari mengeluh hasil panen mengalami penurunan. Hal itu dipengaruhi adanya serangan hama dan cuaca hujan yang beberapa waktu lalu sempat tidak menentu.

Kendati berbagai upaya sudah dilakukan seperti penyemprotan obat yang lebih ekstra, akan tetapi hal itu seolah tak berguna karena serangan hama tetap melanda. Petani pun harus mengeluarkan ongkos produksi yang lebih besar untuk menyelamatkan tembakau agar bisa dipanen.

"Cuaca begitu panas akhir-akhir ini, kami para petani harus mengeluarkan ongkos lebih banyak selama 4 bulan masa tanam sampai panen. Ya untuk beli air tanki dan penyemprotan obat-obatan agar tembaku tidak terserang penyakit seperti kering orek orek dan wereng,” ujar Sumpani, salah seorang petani yang menanam 1.500 batang tanaman tembakau, Selasa (22/08/2017).

Dampak dari serangan hama itu, kata Supani, panen tembakau tahun ini menurun dibanding tahun kemarin. Tak hanya itu, harga jual tembakau saat ini pun dirasa lebih rendah, berkisar antara Rp 20.000 - 30.000/kg. 

Bisa dibilang anjlok. Kalau dihitung untung tahun ini mungkin ada sekitar Rp 5 juta. Perkiraan penjualan sekitar Rp 9 juta, dipotong biaya operasional seperti pupuk, sewa traktor, penyemprotan obat dan beli air untuk penyiraman. Kalau tahun kemarin laku Rp 11 juta, masih untung sekitar 7 juta,” ujar Sumpani.

Salah satu pengurus kelompok tani Karya Tani Desa Wareng, Sudadi berharap pemerintah kembali memberikan bantuan kepada petani seperti tahun kemarin, semisal pupuk untuk mengurangi biaya tanam tembakau. (Riyanto)