Sudah Dibantu Dana, PSSI : Manajemen Persig Harus Putar Otak
Olahraga

Sudah Dibantu Dana, PSSI : Manajemen Persig Harus Putar Otak

Wonosari,(gunungkidul.sorot.co)--Askab PSSI Gunungkidul selaku induk organisasi olahraga sepakbola tampaknya enggan disalahkan terkait persoalan keuangan yang menimpa Persig U17. Kekurangan dana yang menjadi persoalan dalam operasional kompetisi Piala Soeratin seharusnya menjadi kewengan manajemen Persig.

Buchori Ichsan, Wakil Ketua Askab PSSI Gunungkidul menganggap Persig bukan lagi klub amatir yang pengelolaan keuangannya bisa terus dibantu oleh PSSI. Manajemen harus memutar otak agar klub mendapat dukungan sponsor ataupun donatur tetap sehingga bisa menolong bilamana ikut dalam kompetisi.

Terkait dana sebenarnya (yang diterima PSSI) sifatnya untuk pembinaan amatir, pembinaan klub, pembinaan usia muda. Tapi sebenarnya Persig itu manajemen sendiri,” ujar Buchori beberapa waktu lalu.

Meski demikian, katanya, bukan berarti PSSI lepas tangan terhadap perkembangan klub-klub di Gunungkidul khususnya yang sudah profesional. PSSI masih mempunyai kewajiban untuk melakukan pengawasan kepada klub. 

(Persig) bagian dari pembinaan dan pemantauan dari Askab, tapi ada tiga sebetulnya klub di Gunungkidul yang sama dengan Persig yaitu satu Gelora Handayani, Persig itu sendiri dan Rajawali,” ucap dia.

Buckhori juga mengaku bila PSSI menerima stimulan dana hibah sekitar Rp 60 juta dari KONI Gunungkidul. Namun sebagian sudah digunakan untuk membantu cabor sepakbola dan futsal pada Porda Agustus kemarin, serta Persig U17.

Kita mendapatkan hibah dari pemkab lewat KONI Rp 60 juta untuk 2017 ini. Yang sudah kita gunakan kurang lebih 10 jutaan. Yang 5 juta untuk bantuan Suratin Cup, Persig,” ungkapnya.

Lanjut Buchori, Askab PSSI Gunungkidul juga tidak bisa gegabah dalam pemberian dana bantuan kepada Persig karena banyak perhitungan. Anggaran yang tersisa sedianya akan digunakan untuk persiapan kompetisi lokal.

Pengurus askab harus hati-hati. Kalau kita full memberikan sifatnya operasional (kepada Persig) nggak bisa,” kata dia.

Kita dalam tanda petik bantuan itu kita bisa bantu tapi nggak bisa full membiayai Persig. Tahap pertama pengajuan 5 juta. Memang ya saya kira memang nggak cukup. Subtansinya sebetulnya Persig harusnya mandiri,” tegas Buchori.