Enam Belas  Tahun Lumpuh dan Tak Bisa Bicara, Tarno Jiman Terima Mukjizat
Peristiwa

Enam Belas Tahun Lumpuh dan Tak Bisa Bicara, Tarno Jiman Terima Mukjizat

Saptosari,(gunungkidul.sorot.co)--Mukjizat. Begitulah kata yang tepat menggambarkan apa yang dialami Tarno Jiman (70). Belasan tahun lumpuh dan tak bisa berbicara, Tarno Jiman membuat geger warga kampungnya karena tiba-tiba bisa bangkit dan berbicara kembali.

Kembali bugarnya raga Tarno Jiman pertama kali diketahui oleh Sakem (65), sang istri yang merawatnya di rumah. Peristiwa itu terjadi pada Jumat (08/09/2017) pagi ketika Sakem sedang membersihkan halaman depan rumahnya.

Tarno Jiman yang sebelumnya hanya bisa tertidur tiba-tiba keluar rumah dengan ngesot kemudian mengampiri Sakem. Sakem pun kaget dan langsung berteriak hingga mengundang perhatian para tetangga. Sakem yang tak percaya langsung memeluk suaminya sembari menangis. Begitu juga Tarno yang tak kuasa meneteskan air mata bahagia.

Informasi dari mulut ke mulut membuat saudara dan warga datang menjenguk. Hampir setiap malam rumahnya selalu ramai orang yang datang karena penasaran akan kisahnya. Mereka separuh tak percaya karena Tarno Marjan sendiri sudah lumpuh dan tak bisa berbicara sejak September 2001.

Banyak yang nggak percaya awalnya Mas, terus banyak yang datang dan melihat sendiri ke rumah. Hampir setiap malam ramai orang dating, terutama saudara-saudaranya,” ujar Widodo, tetangga Tarno Jiman, Rabu (13/09/2017).

Kepada sorot.co saat ditemui di rumahnya di Padukuhan Tritis, Desa Planjan, Kecamatan Saptosari, Sakem menceritakan awal mula suaminya tertimpa musibah hingga akhirnya divonis lumpuh. Waktu itu tepat Jumat Legi sekira pukul 00.00 WIB, Tarno Jiman pamitan hendak buang air besar di pekarangan yang tak jauh dari rumah. 

Pamite ajeng bebucal. (Pamitnya mau buang air),” kata Sakem.

Selang sejam kemudian, Sakem curiga karena suaminya tak kunjung pulang ke rumah. Karena khawatir, dia pun lantas meminta pertolongan warga dan Dukuh Tritis untuk mencari suaminya. Dibantu kepolisian dan Tim SAR, suaminya diketahui nyemplung ke dalam luweng sedalam 14 meter sekitar pukul 05.00 WIB. Proses evakuasi saat itu memakan waktu hingga berjam-jam. Tarno Jiman pun berhasil dievakuasi selepas jam 12 siang.

Dia kemudian dilarikan ke RS Sardjito Yogyakarta. Di sana bapak dua anak itu divonis lumpuh tak bisa berjalan. Kaki kanan patah, dua tulang punggung patah serta pita suaranya putus.

Dokter waktu itu menyarankan untuk suntik mati. Dokternya bilang sudah tidak ada harapan (untuk hidup normal). Kasihan yang merawat,” ulasnya.

Namun Sakem beserta keluarga bersikukuh untuk tetap membawa pulang Tarno dan merawatnya di rumah. Mukjizat pun terjadi. Selama 16 tahun hanya berbaring tak berdaya, dia akhirnya mampu bangkit kembali dan berbicara kembali.

Tadinya gak percaya. Tapi alhamdulillah kembali bisa berjalan meskipun cuma ngesot,” ungkapnya.