Komplotan Pembobol ATM Lancarkan Aksinya Secara Profesional
Hukum & Kriminal

Komplotan Pembobol ATM Lancarkan Aksinya Secara Profesional

Playen,(gunungkidul.sorot.co)--Jajaran Aparat Kepolisian Satreskrim Polres Gunungkidul menggelar rekontruksi perkara pencurian yang terjadi di sebuah toko jejaring di Padukuhan, Siyono Wetan, Desa Logandeng, Kecamatan Playen, Kamis (14/09/2017). Dalam rekontruksi nampak kelima pelaku melancarkan aksinya dengan sangat profesional.

Kelima tersangka yang saat ini menghuni tahanan titipan (Tahti) Polres Gunungkidul yakni MJ (30), AM (46), S (53), R (37) dan Ru (48). Mereka berbagi peran untuk mengeksekusi dua mesin ATM yang berada di dalam toko jejaring tersebut. Total ada tujuh pelaku, dua diantaranya masih buron. Mereka merencanakan aksinya secara matang.

Ketujuh orang berkumpul di tempat kos tersangka AM di wilayah Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah,” ujar Kasat Reskrim Polres Gunungkidul AKP Rudy Prabowo.

Saat di tempat kos tersebut dua tersangka R dan AM melaporkam hasil surveynya di lokasi kejadian pencurian. Setelah mempelajari kondisi toko jejaring dan keamanan lingkungan sekitar, kemudian para pelaku mendatangi lokasi untuk melancarkan aksinya. Para pelaku akhirnya berbagi peran. Pada Minggu (16/07/2017) pukul 21.00 WIB mereka sempat minum kopi dan memantau lokasi, setelah dirasa aman dua pelaku kemudian melancarkan aksinya untuk masuk ke dalam toko menggunakan peralatan yang sebelumnya sudah disediakan. 

Para pelaku memang sengaja mengincar dua mesin ATM yang berada di dalam toko tersebut dengan cara mencongkel exit shutter (tempat keluarnya uang) menggunakan peralatan yang disediakan,” imbuhnya.

Para pelaku yang melakukan eksekusi di dalam toko sempat berhenti dan bersembunyi lantaran pada waktu tersebut ada mobil polisi yang sedang berhenti di depan toko untuk melakukan patroli. Setelah pelaku yang berada di luar memberitahu situasi aman pelaku yang ada di dalam kemudiam kembali melancarkan aksinya.

Setelah berhasil menguras isi uang yang ada di dalam ATM tersebut para pelaku akhirnya membagi rata dengan masing-masing 7 pelaku mendapatkam bagian Rp 30 juta rupiah,” tandasnya.