Batik Kontemporer Jadi Terobosan Gugah Minat Anak Muda
Budaya

Batik Kontemporer Jadi Terobosan Gugah Minat Anak Muda

Wonosari, (gunungkidul.sorot.co)--Berawal dari keprihatinan akan anak muda yang sungkan memakai batik, pasangan suami istri ini sengaja memproduksi batik kontemporer. Ketimbang jenis batik tulis bercorak klasik, batik kontemporer lebih disukai anak muda karena dinilai sesuai trend masa kini.

Sepintas memang tak seperti batik, karena motif kontemporer lebih mirip dengan corat-coret tak jelas. Tapi anehnya belakangan ini anak muda mulai suka dengan model batik tak beraturan itu.

"Sebagian anak muda menganggap bahwa memakai batik itu terkesan kuno dan terlihat lebih tua. Maka dari itu, kami mencari terobosan agar anak muda lebih mencintai dan mau memakai batik,” ujar Guntur Susilo didampingi istrinya, Dwi Lestari, Senin (02/10/2017).


Meskipun batik buatannya belum begitu dilirik oleh masyarakat Gunungkidul maupun pemerintah daerah, namun batik produksi warga Kepek I, Desa Kepek, Kecamatan Wonosari ini sudah tembus hingga ke luar negeri. 

"Sudah pernah kirim ke Belanda, Venezuela, Jerman, Kanada dan beberapa negara lain di benua Eropa," beber Guntur, lelaki berusia 42 tahun itu.

Untuk membuat 1 lembar kain batik kontemporer, Guntur membutuhkan waktu minimal selama 4 hari. Sedangkan untuk batik tulis lebih lama yakni sekitar 7 hari. Hal itu lantaran dalam pembuatannya masih manual. Selain itu warna yang digunakan alami terbuat dari tumbuh-tumbuhan.

Harganya mulai dari Rp 250 ribu sampai Rp 2 juta per lembar. Itu juga tergantung tingkat kerumitan pembuatan dan motifnya,” terang dia.

Selain membuat motif batik kontemporer, ia bersama pecinta seni kini sedang mengembangkan motif batik yang dikombinasi dengan tulisan aksara Jawa.

"Aksara Jawa sekarang ini sudah sangat jarang yang mengerti. Jadi untuk menumbuhkan kembali, saya coba terapkan pada batik dan kaos," imbuhnya.

Dikatakan, saingan terberat dalam usaha batik tulis, batik cap, dan kontemporer yakni produksi batik pabrikan. Hal itu lantaran batik pabrikan harganya lebih murah dan barang mudah didapatkan.

Bertepatan dengan Hari Batik Nasional ini, ia berharap kesadaran kaum muda dan masyarakat umum mengenai batik lebih meningkat.