Sekelompok Pemuda Bubarkan Kerja Bakti Warga, Kericuhan Nyaris Pecah
Peristiwa

Sekelompok Pemuda Bubarkan Kerja Bakti Warga, Kericuhan Nyaris Pecah

Tanjungsari, (gunungkidul.sorot.co)--Kericuhan nyaris terjadi dalam kegiatan kerja bakti yang dilakukan oleh warga kawasan Pantai Watu Kodok, Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari pada Senin (09/10/2017) siang tadi. Kerja bakti tersebut bubar setelah datangnya sekitar 10 pemuda tegap yang mengancam warga agar menghentikan kegiatan tersebut. Diduga, pembubaran tersebut berkaitan dengan klaim salah seorang warga bernama Sis Tukijo atas lahan yang sedang digarap oleh warga. Meski tak sempat terjadi keributan, namun suasana Pantai Watukodok sempat ramai oleh aparat gabungan bersenjata yang melakukan pengamanan lokasi.

Informasi yang berhasil dihimpun, siang tadi, puluhan warga tengah melakukan kerjabakti pembuatan jalan menuju Pantai Watu Kodok. Namun, saat kerja bakti berlangsung, sekitar sepuluh orang pemuda yang berasal dari luar Gunungkidul datang dan langsung membuat keributan. Para pemuda tersebut meminta warga untuk segera menghentikan kegiatan kerja bakti. Beruntung, saat itu warga tak terpancing dan memilih mengalah serta melapor ke kepolisian. Polisi yang mendapatkan laporan perihal adanya eskalasi kericuhan di Pantai Watu Kodok langsung berdatangan ke lokasi guna mencegah keributan pecah dan meluas.

Saat dikonfirmasi, Kapolsek Tanjungsari AKP Basuki Triyono membenarkan adanya insiden di wilayahnya. Menurut Basuki, adanya pembubaran kerja bakti warga tersebut dipicu oleh protes salah seorang warga bernama Sis Tukijo yang mengklaim lahan Sultan Ground yang digarap warga tersebut merupakan jatahnya.

Para pemuda tersebut mengklaim bahwa lahan yang digarap itu milik Sis Tukijo dan tidak boleh diganggu,” beber Basuki, Senin siang.

Namun yang cukup janggal, meski kedatangan para pemuda dari Indonesia Timur tersebut untuk membela Sis, ketika diklarifikasi, Sis Tukijo justru membantah telah mengundang mereka. Sis berdalih bahwa para pemuda tersebut datang atas inisiatif mereka sendiri. 

Ngakunya, mereka (para pemuda) anggota Lanud Adisucipto tadi kepada kami, imbuhnya.

Selanjutnya, untuk mengantisipasi terjadinya keributan lanjutan, selain melaksanakan pengamanan, pihak kepolisian, TNI bersama Pemerintah Kecamatan Tanjungsari menggelar mediasi dengan menghadirkan pihak Watu Kodok bagian barat yang diwakili Sis Tukijo dengan warga bagian timur dengan wakil Sumarno.

"Untuk pemuda yang melakukan pembubaran tersebut kemudian kita suruh pulang agar suasana kembali kondusif," lanjutnya.

Informasi di lapangan, dalam proses mediasi tersebut, sempat terjadi adu mulut antara Sis Tukijo dengan Sumarno. Sis bersikeras bahwa warga timur telah merampas garapannya. Sementara Sumarni sendiri menyebut bahwa ada kepentingan investor yang bermain sehingga terus terjadi konflik di Pantai Watukodok. Sumarno juga menyatakan bahwa pihaknya siap bekerja sama apabila ada pembagian lahan yang adil yang selama ini tidak pernah terjadi.