Lunasi Tunggakan BPJS Jutaan Rupiah, Pasien Periksa ke Klinik Tetap Bayar Lagi
Peristiwa

Lunasi Tunggakan BPJS Jutaan Rupiah, Pasien Periksa ke Klinik Tetap Bayar Lagi

Wonosari, (gunungkidul.sorot.co)--Andrianto (38) warga Jeruksari, Desa Wonosari, Kecamatan Wonosari kembali mengeluhkan layanan BPJS Kesehatan yang menurutnya tak sesuai dengan ketentuan. Setelah sebelumnya ia mengeluhkan pelayanan BPJS yang tidak melakukan pemberitahuan mengenai tunggakan, kali ini ia mengeluhkan mengenai pelayanan klinik menolak pasien BPJS.

Peristiwa bermula ketika beberapa hari yang lalu ia harus melunasi tunggakan iuran BPJS selama 20 bulan dengan besaran sekitar Rp 2 juta. Setelah itu pada Selasa (10/10/2017) ia berniat menggunakan fasilitas layanan BPJS saat melakukan pemeriksaan di Klinik Bakti Husada di Jeruksari, ternyata justru tidak bisa. Akhirnya ia harus mengeluarkan uang untuk membayar biaya pengobatan sebesar Rp 130 ribu.

Meskipun besarannya tidak seberapa, namun ia mencium adanya keanehan. Sebab pada kartu BPJS miliknya juga tertera nama Klinik Bakti Husada sebagai Faskes. Selain itu, ia juga melakukan pengecekan di website resmi BPJS, klinik tersebut masih terdaftar bisa melayani pasien BPJS.

"Sekitar jam 5 sore saya datang ke klinik untuk periksa. Berhubung kartu periksa saya hilang, saya tunjukkan kartu BPJS. Setelah saya diperiksa saya dikasih nota untuk melakukan penebusan dan membayar penuh. Saya pikir bila sudah memakai kartu BPJS tidak mengeluarkan biaya lagi," ucap Andrinto.

Ternyata yang ia pikirkan salah. Dari penjelasan staf klinik bahwa Klinik Bakti Husada sudah tidak melayani pemeriksaan dengan menggunakan BPJS. Namun yang membuat ia merasa mengganjal yakni di website resmi BPJS klinik itu masih tertera aktif bisa melayani pasien BPJS. 

"Lagi-lagi mengenai pemberitahuan kepada peserta BPJS masih sangat kurang. Kalau seperti ini pasien jelas dirugikan. Iuran BPJS bayar tapi giliran pemeriksaan juga bayar. Dari dulu memang kartu BPJS saya tertera juga hanya di klinik ini," keluh Andrianto.

Lebih lanjut, pada saat proses pelunasan tunggakan iuran BPJS belum lama ini, ia pun tidak menerima penjelasan dari pihak BPJS soal klinik Bakti Husada yang kini sudah tidak melayani pasien BPJS.

"Dari BPJS juga tidak ada pemberitauan mengenai hal itu. Sementara dari klinik juga tadi saya sodori kartu BPJS juga main terima dan catat identitas saya, tanpa memberi tahu kalau sudah tidak melayani BPJS. Saya berharap ada kejelasan dari pihak terkait soal kejadian ini," ucapnya.

Dikatakan Andrianto, tak hanya dirinya saja yang mengalami hal semacam ini. Bahkan tetangganya pun yang beberapa bulan lalu berobat di klinik tersebut juga harus mengeluarkan biaya ratusan ribu, karena juga tidak ada pemberitahuan sebelumnya soal layanan BPJS di klinik Bakti Husada.

"Ya kan kasihan kalau mereka datang berobat tidak bawa uang lebih atau bahkan tidak bawa uang karena mengandalkan BPJS. Tapi setibanya di klinik ternyata harus membayar," tutupnya.