Peserta KB Pria di Gunungkidul Baru 3 Persen
Sosial

Peserta KB Pria di Gunungkidul Baru 3 Persen

Wonosari,(gunungkidul.sorot.co)--Kepesertaan program Keluarga Berencana (KB) dengan metode Vasektomi di Kabupaten Gunungkidul masih sangat minim. Pasalnya, dari 123.000 pasangan usia subur, baru ada sedikitnya 300 orang yang mengikuti program KB Pria ini atau baru sekitar 3% dari jumlah yang ada. Sementara untuk alat KB jangka pendek peminatnya masih sangat tinggi, terlebih untuk jenis suntik.

Kepala Bidang KB, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Keluarga Berencana, dan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Gunungkidul, Wijang Eka Aswarna mengatakan, meskipun capaian KB Pria masih rendah, namun setiap tahunnya mengalami peningkatan walaupun tidak begitu signifikan.

Hal itu karena anggapan dari para peserta atau pasangan bahwa metode KB ini adalah jenis operasi besar atau orsidektomi. Selain itu, ketakutan para istri bila hal itu dilakukan oleh suami dapat dengan sesuka hati berhubungan dengan perempuan lain.

"Pemikiran-pemikiran itu yang seharusnya diubah, sebenarnya KB ini sangat aman. Untuk proses operasinya pun hanya membutuhkan waktu 5 hingga 10 menit. Bekasnya pun juga sangat kecil," kata Wijang Eka Aswana, Kamis (12/10/2017).

Ia menambahkan, program KB Pria atau Vasektomi ini untuk biaya dicover oleh pemerintah. Jadi para peserta tidak dikenai biaya. Bila akan melakukan KB Pria mandiri biaya yang dikeluarkan lebih banyak, mulai dari 5 juta hingga lebih dari itu. 

Adapun pasangan yang melakukan program KB ini dilakukan oleh mereka yang sudah berusia lebih dari 40 tahun, dan sudah tidak berkeinginan untuk memiliki keturuan lagi.

"Biasanya karena sang istri mengalami gangguan atau sakit maka mereka mengikuti program KB Pria atau alasan lain tergantung dari pribadi masing-masing," pungkasnya.