Kantor Desa Tutup Gasik, Warga Dibentak-bentak Saat Hendak Urus Surat Keterangan Tidak Mampu
Pemerintahan

Kantor Desa Tutup Gasik, Warga Dibentak-bentak Saat Hendak Urus Surat Keterangan Tidak Mampu

Gedangsari,(gunungkidul.sorot.co)--Slogan pemerintah sebagai pelayan masyarakat masih belum bisa dilaksanakan sepenuhnya oleh sejumlah oknum yang menjabat di pemerintahan. Justru yang terjadi malah adanya oknum pemangku kekuasaan yang menebar sikap arogan kepada masyarakat yang membutuhkan pelayanan.

Seperti yang diperlihatkan oleh jajaran Pemerintah Desa Serut, Kecamatan Gedangsari. Keluhan datang dari warga yang berniat mengurus Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) ke kantor Desa setempat namun dibuat berbelit dan juga dibentak-bentak.

Kejadian tak mengenakan tersebut menimpa Wahyu Utami, pada Rabu (11/10/2017) kemarin. Wahyu datang sekitar pukul 09.00 WIB ke kantor Balai Desa Serut berniat untuk membuat SKTM guna mengurus BPJS. Setelah surat tersebut jadi, Wahyu kemudian melanjutkan proses ke kantor Kecamatan Gedangsari. Namun di Kantor Kecamatan Gedangsari, SKTM tersebut belum bisa diproses kecamatan karena ada persyaratan yang masih kurang.

"Pihak Kecamatan bilang suratnya itu belum bisa diterima karena belum komplit. Harusnya ada rekomendasi dari kelurahan, jadi harus dilengkapi dulu baru bisa diterima berkasnya di kecamatan," ujar Ali Mustaqim anak dari Wahyu Utami, Kamis (12/10/2017) siang.

Untuk melengkapi berkas tersebut, Wahyu lantas kembali lagi ke Kantor Desa Serut. Meski waktu masih menunjukkan siang hari, namun Kantor Desa Serut sudah dalam kondisi sepi dan ada dua pegawai wanita yang hendak pulang. Wahyu lalu mengutarakan maksudnya kepada pegawai tersebut dan akhirnya ada salah satu pegawai mengurungkan niatnya untuk pergi dan melayani Wahyu. 

Tak berselang, datang seorang pria yang diperkirakan merupakan penjaga Balai Desa Serut dan langsung marah-marah. Ia membentak-bentak Wahyu agar cepat dalam mengurus dokumen. Pegawai pria itu beralasan sedang ada keperluan keluar sehingga kantor harus segera dikunci.

"Padahal itu masih sekitar jam 12.00 WIB. Memang jam segitu sudah seharusnya tutup?," keluh dia.

Ali pun menyesalkam sikap petugas desa Serut yang dinilai arogan melakukan pelayanan kepada masyarakat. Walaupun tetap dilayani, namun perlakuan semacam ini dianggapnya tidak elok.

Ibu saya sampai nangis-nangis karena dibentak-bentak itu,” tutur Ali.