Dugaan Penyelewengan Dana Desa, Warga Songbanyu Wadul Kejati
Hukum & Kriminal

Dugaan Penyelewengan Dana Desa, Warga Songbanyu Wadul Kejati

Girisubo,(gunungkidul.sorot.co)--Tak puas dengan jawaban perangkat Desa Songbanyu, Kecamatan Girisubo, warga yang tergabung Forum Masyarakat Peduli Songbanyu (FMPS) akhirnya mengadukan dugaan penyelewengan Anggaran Pendapatan Belanja Desa (APBDes) ke Kejaksaan Tinggi Yogyakarta beberapa waktu lalu.

Kegerahan masyarakat tersebut dengan alasan pembangunan di wilayah Songbanyu nyaris tak ada peningkatan dan sikap jajaran Pemerintah Desa Songbanyu yang tidak transparan.

Koordinator FMPS, Agus Budianto mengatakan, warga menduga adanya penyelewengan dana desa tahun 2014, 2015, dan 2016. Jajaran pemerintah desa sangat tertutup rapat sehingga masyarakat kesulitan untuk mengetahui seluk-beluk APBDes maupun laporan pertanggungjawaban Kepala Desa Songbanyu.

"Sudah kami sampaikan kepada pihak Kejati terkait kejanggalan dari analisa kami pada Jumat (06/10) lalu," beber Agus, Jumat (13/10/2017).

Manakala masyarakat mencermati LPJ APBDes 2015 terdapat anggaran sejumlah Rp 195 juta yang dibagikan kepada 13 padukuhan sehingga masing-masing seharusnya menerima Rp 15 juta. Namun demikian faktanya setiap padukuhan hanya menerima Rp 10 juta. 

Selain itu masyarakat juga menilai adanya kejanggalan pada kegiatan belanja makan dan minum pada tahun 2016 yakni sebesar Rp 165 juta, sementara pembangunan infrastruktur hanya sebesar Rp 360 juta.

"Menurut kami sebagai warga, pembangunan perut hampir sama besar dengan pembangunan infrastruktur, sehingga hal itu merukapan suatu pemborosan," imbuhnya.

Banyak warga berharap agar kasus dugaan penyelewengan tersebut segera dituntaskan oleh pihak berwajib. Dengan demikian nantinya bisa menimbulkan efek jera dan membuat pemimpin yang akan datang bisa lebih jujur, transparan, dan mau membangun komunikasi dengan semua elemen masyarakat.