Dukcapil Prediksi Aliran Kepercayaan Bakal Masuk Kolom Agama
Pemerintahan

Dukcapil Prediksi Aliran Kepercayaan Bakal Masuk Kolom Agama

Wonosari,(gunungkidul.sorot.co)--Mahkamah Konstitusi (MK) RI mengabulkan permohonan uji materi terkait pengosongan kolom agama oleh penghayat kepercayaan pada Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) pada Senin (07/11) di Jakarta.

Dalam putusannya, MK menyatakan bahwa kata ‘agama’ dalam Pasal 61 ayat (1) dan Pasal 64 ayat (1) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan (Adminduk) bertentangan dengan UUD 1945 dan tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat secara bersyarat sepanjang tidak termasuk penganut aliran kepercayaan.

Menanggapi putusan tersebut, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Gunungkidul, Eko Subiantoro mengaku akan menjalankan putusan MK yang bersifat final dan mengikat.

Berkaitan dengan putusan MK dalam pengujian Undang-Undang Adminduk terkait pengosongan kolom agama yang dikabulkan oleh MK maka Kemendagri akan melaksanakan putusan MK yang bersifat final dan mengikat. Kemdagri akan berkoordinasi dengan Kementerian Agama dan Kementerian Pendidikan untuk mendapatkan data kepercayaan yang ada di Indonesia. Kemdagri melalui Ditjen Dukcapil akan memasukan istilah ‘kepercayaan’ ke dalam sistem administrasi kependudukan,” ungkap Eko kepada sorot.co, Kamis (09/11/2017).

Dijelaskan, setelah data kepercayaan diperoleh maka Kemdagri akan memperbaiki aplikasi Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) dan aplikasi data base kependudukan. Disamping itu juga Kemendagri akan mengajukan usulan perubahan kedua UU Adminduk untuk mengakomodir putusan MK yang dimaksud. 

"Undang-Undangnya harus diubah dulu. Sepertinya di Prolegnas 2018 tidak masuk. Tapi nggak tahu kalau nanti ada perubahan Prolegnas. Kalau nggak masuk di 2018, paling 2019 diajukan, lalu dibahas di DPR. Prosesnya lama. Jadi tidak serta merta bisa langsung direalisasikan. Kan ada yang harus diubah dalam elemen data. Paling 2021 baru bisa realisasi,” katanya.