Kurang Personil, Tagana Sering Keteteran Tangani Bencana
Sosial

Kurang Personil, Tagana Sering Keteteran Tangani Bencana

Wonosari,(gunungkidul.sorot.co)--Menjadi kabupaten terluas di DIY dengan topografi yang berbukit-bukit, Kabupaten Gunungkidul masuk kawasan yang rawan bencana alam. Kondisi itu tentu perlu diimbangi dengan jumlah petugas penanggulangan bencana yang memadai.

Namun pada kenyataannya, saat ini Kabupaten Gunungkidul masih kekurangan personil tim penanggulangan bencana. Hal ini diungkapkan Mardi, Ketua Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Gunungkidul.

Menurut dia, personilnya sering kali keteteran, setiap kali terjadi bencana dengan tingkat kerusakan wilayah atau dampak yang cukup parah. Tim yang hanya beranggotakan 250 orang ini diakuinya tidak sebanding dengan intensitas bencana yang sering terjadi dan luas wilayah di Kabupaten Gunungkidul.

Padahal tiap desa kan minimal harus ada 1 personil Tagana,” ungkap Mardi, Jumat (09/11/2017)

Mardi juga menjelaskan, banyak bencana yang terjadi di Gunungkidul diantaranya tanah longsor, angin kencang, banjir hingga kebakaran. Terutama tanah longsor, Gunungkidul khususnya kawasan pegunungan di bagian utara masuk zona merah rawan bencana tanah longsor. 

Sebenarnya, lanjut Mardi, pihaknya sudah melakukan tindakan berupa penyuluhan atau pelatihan dan simulasi bencana terhadap masyarakat untuk turut berpartisipasi dalam tanggap darurat apabila di wilayahnya terjadi bencana. Namun hanya sedikit saja masyarakat yang merespon baik akan kegiatan tersebut.

Pelatihan terhadap para siswa di sejumlah sekolah juga telah dilakukan. Diharapkan, dengan hal itu setidaknya masyarakat bisa mengetahui bagaimana cara menyelamatkan diri dari kejadian bencana yang datang tiba-tiba sebelum petugas datang. Hal itu dimaksudkan guna menekan jumlah korban dalam peristiwa bencana itu sendiri.

"Kami juga sering melakukan simulasi dengan siswa, terutama siswa Sekolah Dasar,” pungkasnya. (Ani)