Mijil Wengi Salurkan Ribuan Bibit Pepaya California ke Warga Bali
Komunitas

Mijil Wengi Salurkan Ribuan Bibit Pepaya California ke Warga Bali

Panggang,(gunungkidul.sorot.co)--Sekelompok warga yang menamakan dirinya Komunitas Malam Sabtu Mijil Wengi Desa Girisekar, Kecamatan Panggang terus melakukan kegiatan berbasis pemberdayaan masyarakat. Setelah rampung menelusuri sejarah awal mula berdirinya Desa Girisekar dari berbagai sesepuh, mereka kembali berkiprah sebagai perantara sekaligus pendamping budidaya tanaman buah pepaya California.

Kegiatan tersebut bukan tanpa rencana. Sebelumnya, anggota komunitas berdiskusi setiap malam Sabtu untuk memutuskan langkah yang akan diambil demi kemajuan masyarakat Girisekar. Setelahnya, pada Februari 2017 lalu program terpilih ialah pengembangan tanaman buah pepaya California yang dinilai sebagai terobosan baru dan mudah bagi warga untuk menunjang ekonomi jangka menengah.

Koordinator Komunitas Mijil Wengi, Suradiyanto menjelaskan, penentuan tersebut melalui berbagai pertimbangan yang cukup matang. Dari mulai cara mendapatkan bibit hingga melihat kecocokan tekstur tanah yang bakal ditanami. Setelah sounding ke berbagai narasumber yang kompeten dalam budidaya pepaya California di Kota Jogja, pada akhirnya semua anggota setuju untuk menjadi relawan.

Kita mendampingi dari hulu hingga hilir. Maksudnya, dari mulai mencari investor bibit, cara penanaman, perawatan dan pemasaran, kita dampingi,” jelasnya ketika ditemui sorot.co di Angkringan Kandang Sapi Girisekar, Jumat (10/11) kemarin.

Diungkapkan lebih lanjut, program tersebut berlangsung dengan uluran tangan seorang investor dari Kota Jogjakarta selaku penyedia bibit. Untuk sementara ini, baru terdapat 1.500 bibit pepaya yang disediakan bagi 150 warga Padukuhan Bali, Girisekar. 

Sebagai contoh kita ambil satu padukuhan dulu yang terbagi dalam 4 ring. Kemudian lahan ditanami, memanfaatkan pekarangan terlebih dulu,” bebernya.

Ditambahkan oleh salah satu anggota komunitas, Djajat Nugroho, dalam prosesnya warga diberikan sosialisasi secara langsung oleh komunitas dengan mendatangi rumah ke rumah. Selain itu, bimbingan teknis dari mulai penanaman, perawatan hingga penjualan pun diberikan oleh komunitas.

Kita datangkan Pak Teo dari Joglo Tani untuk memberikan arahan. Pembuatan pupuknya pun diajarkan sehingga warga tidak merasa kesulitan,” terangnya.

Menurut Djajat, pepaya California bisa dipanen setelah usia tanaman 7 hingga 8 bulan dan akan berbuah secara terus menerus. Penjualannya pun sudah disiapkan oleh komunitas Mijil Wengi, yaitu dengan menggandeng juragan pepaya California kelas kakap di wilayah DIY.

Harga perkilonya Rp 5.000 sampai Rp 6.000. Juragan itu nanti akan datang ke tempat warga untuk membelinya,” tegas dia.

Saat ini ribuan bibit sudah berada di salah satu pekarangan rumah anggota Komunitas Mijil Wengi. Rencananya, pada Minggu (12/11) besok akan dikirim kepada warga sesuai dengan jumlah yang diajukan. Penanaman pun akan dibantu anggota komunitas yang menyebar ke 4 kelompok.