Bakalan Bonsai Terbaik Turun Drastis Karena Pendongkelan Ngawur
Komunitas

Bakalan Bonsai Terbaik Turun Drastis Karena Pendongkelan Ngawur

Panggang, (gunungkidul.sorot.co)--Booming tanaman bonsai belakangan ini membuat jumlah bakalan bonsai di Gunungkidul, khususnya wilayah Kecamatan Panggang mengalami penurunan jumlah dan kualitas.

Salah satu pecinta Bonsai dari Desa Girisekar, Bowo Priananto menjelaskan, bakalan bonsai terbaik dengan kualitas bagus dan harga jual tinggi berasal dari Gunungkidul. Adalah jenis Serut, Drini dan Wahong, tiga bakalan asli Gunungkidul yang memiliki nilai jual tinggi jika sudah benar-benar jadi bonsai.

Namun lantaran masyarakat tahu akan nilai jual ketiga jenis pohon itu tinggi membuat para petani dan masyarakat umum sering melakukan pendongkelan pohon besar secara ngawur dan sesuka hati. Itu membuat bakalan di wilayah pegunungan dan pantai sekitar Kecamatan Panggang terus mengalami penurunan jumlah.

"Mereka belum tahu dasarnya dan langsung melakukan pendongkelan. Sehingga kualitas bakalan yang dihasilkan pun tidak begitu maksimal. Atau bahkan bakalan bonsai terkadang tidak bisa berkembang dan mati," kata Bowo, Sabtu (11/11/2017).

"Jumlah di lapangan pun tentunya sudah mulai menipis. Beberapa minggu yang lalu saya menyisiri tebing dan gunung-gunung sekitar sini, jumlahnya menurun drastis. Meskipun ada tapi masih sangat kecil," sambung dia.

Menurut Bowo, mulai dari pendongkelan hingga perawatan bonsai membutuhkan teknik tertentu agar bonsai tersebut memiliki kualitas bagus dan harga yang cukup tinggi. Jika dari awal pendongkelan saja sudah tidak sesuai tentunya kualitasnya pun juga tidak begitu maksimal.

"Kalau wilayah sini kebanyakan memang pendongkel. Tapi masih amatiran, untuk pengoleksinya masih jarang hanya sekitar 5 orang saja," tambahnya.

Kebanyakan dari mereka hanya yang terpenting mendapat uang, tanpa mempedulikan populasi dan kualitas. Karena pengetahuan mereka yang terbatas, mengingat kebanyakan dari pendongkel bakalan bonsai adalah masyarakat umum dan para petani.

Ia berharap dengan adanya even bonsai pada bulan Desember mendatang dapat memberikan pengetahuan lebih luas kembali pada masyarakat mengenai teknik pendongkelan, perawatan dan teknik lainnya.

Agar masyarakat lebih paham. Besok kan ada semacam seminar semoga dengan acara ini masyarakat paham mengenai teknik dan jenis-jenis yang lebih layak untuk dijadikan bakalan bonsai, tutupnya.