Rayakan Kathina, Bhikkhu Ajak Umat Buddha Jaga Toleransi
Budaya

Rayakan Kathina, Bhikkhu Ajak Umat Buddha Jaga Toleransi

Wonosari,(gunungkidul.sorot.co)--Ratusan umat Buddha dari sejumlah wilayah mengikuti perayaan Kathina atau Kathina Puja 2561 BE di Vihara Jhina Dharma Sradhaa, Desa Siraman, Wonosari, Minggu (12/11/2017) siang. Selain lebih sederhana, Kathina tahun ini juga memadukan budaya lokal, khususnya Jawa.

Kathina sendiri merupakan hari persembahan dan bakti umat Buddha kepada Sangha, perkumpulan para bhikkhu. Kathina juga merupakan perayaan yang spesial bagi umat Buddha, dimana umat berperan aktif dengan mempersembahkan sejumlah kebutuhan untuk bhikkhu.

Para bhikkhu sebelum pelaksanaan Kathina digelar lebih dahulu melakukan Vassa. Bhikkhu yang melaksanakan Vassa harus berdiam di suatu tempat tertentu sampai hari Pavarana (akhir Vassa) dilalui. Setelah Pavarana selesai, maka digelar Kathina.

Sementara prosesi Kathina diawali dengan umat melakukan pembacaan doa-doa. Kemudian secara bergantian, umat memberikan penyokong kebutuhan para bhikkhu seperti pakaian atau jubah, obat, makanan dan tempat tinggal.

Perayaan Kathina tahun ini lebih sederhana dibanding tahun-tahun sebelumnya, yang penting makna dan tujuannya. Tahun ini juga dikemas dengan nguri-nguri budaya, dipadukan dengan budaya Jawa. Anak-anak walau masih remaja untuk tidak lupa budayanya. Karena penjajahan bukan hanya secara fisik, melainkan juga secara budaya, jelas Bhikkhu Badra Palo.

Selain dari Gunungkidul, sejumlah penganut Buddha dari Yogyakarta, Salatiga dan Magelang juga hadir dalam perayaan. Adapun tema yang diambil tahun ini yakni Melalui Kathina Kita Bangkitkan Moralitas dengan Membangkitkan Kepedulian Terhadap Sesama. 

"Di momen Kathina kita bangkitkan toleransi antar umat. Dengan tolerasi membangun bangsa yang bermartabat, memiliki moralitas yang baik, sehingga kedepan kita menjadi bangsa yang adiluhung, bukan ditakuti," ungkap Bhikkhu Badra Palo.