Polisi Buru Motor Rampasan yang Dicuri Warga Siraman
Hukum & Kriminal

Polisi Buru Motor Rampasan yang Dicuri Warga Siraman

Wonosari,(gunungkidul.sorot.co)--Satuan Reserse Kriminal Polres Gunungkidul berhasil mengungkap pelaku perampasan sepeda motor milik bocah belasan tahun di Hutan Wanagama, tepatnya di Jembatan Putus, Kali Oya, Wanagama, Desa Banaran, Kecamatan Playen pada tanggal 04 Agustus 2017. Pelaku yang diamankan masih berumur belasan tahun.

Kapolres Gunungkidul, AKBP M. Arif Sugiarto menjelaskan, penangkapan pelaku atas nama YA (18) warga Desa Siraman, Kecamatan Wonosari berawal dari Polsek Karangmojo yang berhasil mengamankan pelaku pada 08 November lalu di sekitaran Alun-alun Wonosari terkait kasus penggelapan sepeda motor di Kabupaten Ngawi.

Setelah dilakukan pemeriksaan, barulah terungkap bahwa pelaku merupakan pelaku perampasan sepeda motor milik 2 bocah berusia belasan tahun yang terjadi beberapa waktu lalu.

"Untuk yang perampasan, modusnya pelaku meminta korban untuk diantarkan ke salah satu sekolah di Kecamatan Playen. Tapi korban dibawa ke Hutan Wanagama. Selanjutnya YA melancarkan aksinya merampas dan memukul korban dengan Keling pada bagian kepala korban," terang Kapolres, Senin (13/11/2017) siang.

Selain menangkap pelaku, petugas berhasil mengamankan barang bukti sepeda motor Vega yang digunakan sebagai sarana saat beraksi, handphone milik korban yang telah terjual hingga ke Pemalang. Sementara untuk sepeda motor korban masih belum dapat ditemukan. 

"Pelaku ternyata juga melancarkan aksinya hingga ke Ngawi, Jawa Timur, di sana terdapat 3 TKP. YA bisa dikatakan spesialis motor jenis Beat karena seluruh barang curian semuanya sama," imbuh dia.

Selain berhasil mengungkap pelaku perampasan dengan kekerasan. Petugas juga berhasil mengungkap pelaku pencurian di Toko Kelontong di Besari, Desa Siraman, Kecamatan Wonosari pada 10 November 2017 kemarin.

Pelaku atas nama TS (33) warga Desa Piyaman, Kecamatan Wonosari yang bekerja sebagai sales bumbu dapur tersebut diamankan polisi di rumahnya. Dari pengembangan data yang dilakukan oleh petugas pelaku juga melakukan pencurian di toko kelontong yang berada di Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari.

"Kami masih melakukan pendalaman data dari keterangan para tersangka untuk dapat menuntaskan perkara masing-masing," beber Kapolres.

"Untuk YA dikenakan pasal 365 ayat 4-5 KUHP dengan ancaman penjara 5 tahun. Sedangkan untuk TS dikenakan pasal 362 KUHP dengan ancaman 5 tahun penjara. Yang membedakan hanya YA disertai dengan kekerasan terhadap korbannya," tutupnya.