Aktivis Anti Mafia Peradilan Pertanyakan Semangat Pemberantasan Korupsi
Hukum & Kriminal

Aktivis Anti Mafia Peradilan Pertanyakan Semangat Pemberantasan Korupsi

Wonosari,(gunungkidul.sorot.co)--Sejumlah aktivis anti korupsi yang menamakan Gerakan Anti Mafia Peradilan DIY mendatangi Kejaksaan Negeri Gunungkidul, Senin (13/11/2017). Mereka bertemu dengan Kasi Pidsus, Sihid Inugraha untuk mempertanyakan kasus korupsi APBD Kabupaten Gunungkidul tahun 2003/2004.

Kasus korupsi yang menjerat sejumlah anggota DPRD dan beberapa pejabat eksekutif itu telah merugikan negara kurang lebih Rp 3,2 miliar.

Koordinator Geramp Provinsi DIY, Surya Gautama mengatakan, pihaknya mempertanyakan semangat pemberantasan korupsi dari jajaran Kejaksaan Negeri Gunungkidul. Hal tersebut sangat mendasar, mengingat saat ini kajian terhadap 23 anggota dewan dan beberapa eksekutif yang telah mengembalikan kerugian negara dinilai sangat lamban sehingga dikhawatirkan akan kadaluarsa.

"Kita mendorong Kejari segera menuntaskannya. Karena 23 anggota dewan yang mengembalikan kerugian negara dan eksekutif yang terlibat sudah direkomendasikan oleh putusan tingkat pertama pengadilan Tipikor untuk diusut," ujar Surya.

Selain itu pihaknya juga mempertanyakan terhadap salah satu terpidana belum dieksekusi dengan alasan sakit. Menurutnya, alasan sakit tidak dapat sama sekali menghapuskan pertanggungjawaban pidananya, sehingga harus tetap diusut tuntas. 

"Kami juga mempertanyakan ketidakproaktivan Kejari terhadap Mahkamah Agung terhadap 1 terpidana yang sudah putus beberapa waktu lalu. Reelasnya sudah sampai namun putusan keseluruhan belum sampai. Menurut kami yang dipertanyakan adalah semangat pemberantasan korupsinya," tegas dia.