Terpidana Korupsi Belum Dieksekusi, Kejari Ngaku Tak Punya Biaya
Hukum & Kriminal

Terpidana Korupsi Belum Dieksekusi, Kejari Ngaku Tak Punya Biaya

Wonosari,(gunungkidul.sorot.co)--Kejaksaan Negeri Gunungkidul mengaku tak mempunyai biaya untuk melakukan eksekusi terhadap satu terpidana kasus korupsi APBD tahun 2003-2004. Selain itu belum dieksekusinya salah satu anggota DPRD yang sudah menjadi terpidana tersebut lantaran masih dalam kondisi sakit.

"Dari keterangan dokter penyakit dalam yang bersangkutan yakni pak Irhas Imam Mockhtar kondisinya masih dalam keadaan sakit. Orangnya berada di Kota Pekalongan, Jawa Tengah,tempat anaknya," ujar Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Gunungkidul, Sihid Inugraha, Selasa (14/11/2017).

Menurut Sihid, belum dieksekusinya yang bersangkutan lantaran memang terdapat alasan lain yakni biaya. Sihid berdalih jarak dari Gunungkidul ke Pekalongan sangat jauh dan tentunya membutuhkan biaya yang tidak sedikit. 

"Saat ini posisinya tidak ada biaya," bebernya.

Sementara untuk kajian tentang 23 anggota DPRD dan beberapa eksekutif yang terlibat dalam kasus dengan kerugian negara mencapai Rp 3,2 miliar tersebut belum ada realisasi karena menurut Sihid harus menunggu putusan dari Mahkamah Agung.

"Tidak salah jika ada yang menanyakan penanganan perkara itu, sah-sah saja," imbuh Sihid.

Sebelumnya Kejaksaan Negeri Gunungkidul telah didatangi oleh masyarakat yang menamakan diri sebagai Gerakan Anti Mafia Peradilan (GERAMP) DIY pada Senin (13/11/2017). Para aktivis anti rasuah tersebut mempertanyakan komitmen Kejari Gunungkidul dalam melakukan penyelesaian kasus korupsi yang dinilai sangat lamban.