Ini Dia Keistimewaan Kencono Rukmi, Durian Lokal Gunungkidul
Kuliner

Ini Dia Keistimewaan Kencono Rukmi, Durian Lokal Gunungkidul

Patuk, (gunungkidul.sorot.co)--Sekilas tidak ada yang membedakan antara durian Kencono Rukmi dengan durian pada umumnya. Namun setelah dibuka, Kencono Rukmi yang merupakan durian lokal Gunungkidul memberikan sensasi lain bagi para penikmatnya.

Durian ini memiliki ciri khas sendiri diantaranya warna daging kuning keemasan, warna biji coklat tua, serta bau yang tidak begitu menyengat. Jika dinikmati, rasa dari durian tersebut tidak begitu manis dan begitu legit.

Berbeda dengan durian pada umumnya yang memiliki kadar air tinggi sehingga ada sensasi lumernya saat di lidah. Durian Kencono Rukmi kadar airnya sangat rendah, sehingga dagingnya padat dan diyakini rendah kolesterol.

Istimewanya, durian ini aman dikonsumsi oleh pecinta durian namun memiliki masalah dengan kesehatan seperti hypertensi atau tekanan darah tinggi. Selain itu bagi ibu hamil yang ingin sekali mengkonsumsi durian, ini juga bisa menjadi solusi.

"Kadar alkoholnya tidak tinggi dibandingkan dengan durian biasanya. Tidak ada efek sampingnya juga. Kalau yang umum, bagi yang tidak biasa makan kebanyakan pusing. Tapi kalau durian ini justru membuat ketagihan. Banyak konsumen yang bilang makan durian tapi seperti makan gethuk karena teksurnya yang mirip dengan makanan tradisional Jawa itu," kata Elly Diana, pekebun durian warga Ngasemayu, Desa Salam, Kecamatan Patuk, Rabu (15/11/2017).

Menurut Elly, dilihat dari bentuk daun durian Kencono Rukmi pun sudah berbeda yakni daunnya lebih besar dan lebar. Bunganya juga berbeda dengan durian lain yang bewarna ungu. Sedangkan untuk kulit berwarna kuning dengan bentuk buah sedikit lebih lonjong. 

Musim durian seperti ini para pekebun kebanjiran permintaan dari para konsumen. Akan tetapi ketersediaan buah ini masih sangat minim sekali. Pasalnya untuk di wilayah Patuk, tidak semua pekebun memiliki pohon durian Kencono Rukmi. Setiap pekebun hanya memiliki 1 sampai 3 pohon durian jenis ini, itu pun belum tentu menghasilkan buah.

"Durian jenis ini memang masih langka karena tidak semua pekebun memiliki pohonnya. Kalau berbuah pun jumlahnya juga tidak banyak, 1 pohon mungkin hanya 40 - 70 sekalinya berbuah," imbuhnya.

Buah ini dijual mulai dari 20.000 hingga 90.000, tergantung dengan ukuran buahnya. Semakin besar maka harganya juga semakin mahal. Namun untuk tahun ini, secara keseluruhan buah yang dihasilkan memiliki ukuran mini dan sedang.

Elly sampai tidak memiliki stok lantaran jumlah permintaan meningkat tajam. Bahkan ia sampai harus menolak sejumlah pesanan karena memang buah yang sudah tidak ada.

"Kalau pertengahan bulan lalu jumlahnya masih banyak, sekali jatuh bisa sampai 20 buah lebih. Tapi 2 minggu terakhir sangat jarang, menunggui semalam kadang hanya 4-5 buah yang jatuh," tutupnya.