Begini Tanggapan Aktivis Soal Proyek Molor dan Krowak
Peristiwa

Begini Tanggapan Aktivis Soal Proyek Molor dan Krowak

Wonosari, (gunungkidul.sorot.co)--Proyek saluran irigasi pertanian di ladang Karangsari, Desa Karangrejek, Kecamatan Wonosari yang menjadi buah bibir warga setempat karena proses pekerjaan molor dan krowak diduga karena campuran yang buruk, mendapat tanggapan dari seorang aktivis.

Aktivis dari LSM Jejaring Rakyat Mandiri (Jerami), Rino Caroko mengutarakan, tidak seharusnya proyek yang digelontor dengan dana ratusan juta atau tepatnya Rp 785 juta yang belum rampung penggarapannya sudah rusak dalam waktu yang sangat singkat.

Terlebih proses penggarapannya juga molor dari jadwal yang ditetapkan yakni 120 hari kalender. Hal itu dinilai sangat merugikan masyarakat dan pemerintah itu sendiri.

Menurutnya, biar bagaimanapun pihak rekanan harus bertanggung jawab dengan kerusakan itu dan dengan cepat merampungkan pekerjaan dengan kualitas yang lebih baik.

Selain itu, pihak dinas harus bertindak tegas dengan temuan tersebut. Hasil kerja rekanan yang tidak profesional dan tentunya sangat tidak memuaskan.

"Sangat tidak profesional jika molor. Dinas harus segera melakukan tindakan tegas," kata Rino Caroko, Sabtu (18/11/2017).

Pemeriksaan fisik dan audit atas hasil pekerjaan rekanan sangat perlu dilakukan. Jika ditemukan ketidaksesuaian pada nota kesepakatan, dinas tentunya berhak untuk mengajukan tuntutan terhadap rekanan. 

"Ini tentunya menjadi catatan negatif tersendiri jika CV akan mengikuti lelang dimasa yang akan datang. Jika hal semacam ini terulang, masyarakatlah yang akan merugi, termasuk pemerintah," tegas dia.

Kata Rino, bila kejadian semacam ini memang sering ditemukan, maka dalam lelang proyek-proyek lain rekanan ini tidak sepantasnya diikutkan lagi.

Sebab sudah ada catatan buruk tersendiri pada proyek sebelumnya,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, dalam papan nama proyek tersebut menyebut bahwa proyek yang dikerjakan oleh CV Karya jaya itu dimulai tanggal 7 Juli 2017 selama 120 hari kalender. Proyek itu semestinya telah selesai dikerjakan tanggal 4 November atau pada minggu pertama bulan November 2017, namun faktanya proyek baru selesai minggu kedua bulan November.

Berdasarkan pantauan dia pada tanggal 9 November 2017, pekerjaan irigasi masih kurang sekitar 100 meter, tepatnya di sebelah utara sumur bor wilayah Karangsari. Pekerjaan yang rusak (krowak) itu menyita perhatian warga sekitar karena letaknya yang berada di tepi jalan raya dan di bawah papan nama proyek.

Ketika dikonfirmasi, pihak CV. Karya Jaya, Agus membenarkan adanya kerusakan itu. Namun ia berdalih jika kerusakan saluran irigasi yang ia garap lantaran dilewati oleh traktor petani.