Penderita Kanker Memelas Butuh Informasi Rumah Singgah
Sosial

Penderita Kanker Memelas Butuh Informasi Rumah Singgah

Semin,(gunungkidul.sorot.co)--Sulitnya mendapatkan informasi rumah singgah untuk penyakit kanker membuat para penderitanya harus mondar-mandir dalam melakukan kemoterapi. Salah satunya dialami oleh Harni (41), seorang janda anak satu, warga Tulung Ngerau, Desa Sumberejo, Kecamatan Semin.

Saat sorot.co menyambangi rumahnya Harni menuturkan bahwa ia sangat kesulitan saat melakukan kemoterapi yang harus dijalaninya seminggu 3 kali. Bila ada rumah singgah Harni akan sangat terbantu, bukan hanya dari jarak tempuh dari Semin menuju RSUP.dr.Sardjito saja, akan tetapi juga dari segi pembiayaan transportasi. Apalagi ia juga harus meninggalkan anak semata wayangnya.

Saat ini Harni tinggal bersama ibunya, Suti (70) dan Abid (5) anak laki-laki yang masih duduk di bangku taman kanak-kanak. Untuk kebutuhan sehari-hari ia hanya bergantung dari bantuan tetangganya.

Ia mengaku belum ada perhatian dari pemerintah desa ataupun kecamatan yang datang untuk melihat kondisi penyakit yang dialaminya.

"Sampai saat ini belum ada bantuan yang saya terima, jangankan bantuan di tenggok aja belum Mas," ucapnya, Sabtu (18/11/2017).

Harni menambahkan, walaupun ia mengunakan rujukan BPJS mandiri, namun lama-kelamaan dirasakan berat. Terlebih ia harus mengeluarkan kocek sebesar Rp 2 juta setiap kali melakukan kemoterapi. 

"Untuk biaya berobat ya saya jual apa yang saya punya, kadang jual kayu jati, kadang jual kambing, pokoknya gimana caranya Mas" tambahnya.

Sudah sekitar satu tahun Harni mengidap kanker dengan kondisi yang semakin memprihatinkan. Berawal dari benjolan yang terdapat dalam dinding mulutnya dan menjadi benjolan besar hingga saat ini ia kesulitan dalam berkomunikasi. Kepalanya pun mulai membotak dan berat badan yang semakin hari semakin menyusut. (wahyu)