Air Mulai Surut, Sebagian Pengungsi Pulang Bebenah Rumah
Peristiwa

Air Mulai Surut, Sebagian Pengungsi Pulang Bebenah Rumah

Semanu, (gunungkidul.sorot.co)--Mulai berkurangnya intensitas hujan berdampak terhadap surutnya genangan air di beberapa titik banjir di Desa Pacarejo, Kecamatan Semanu. Hal itu disambut ceria dan membuat sebagian pengungsi memutuskan untuk kembali ke rumah masing-masing.

Meski sebagian pengungsi sudah mulai kembali ke rumah, namun mereka hanya bebenah dan bersih-bersih saja. Sebab kondisi rumah banyak tertimbun sampah dan lumpur tebal yang terbawa arus air hujan.

Pantauan di lapangan, pengungsi di Balai Desa Pacarejo pada Kamis siang (30/11) jumlahnya sudah berkurang. Untuk warga yang berada di daerah agak tinggi sudah banyak yang pulang. Sedangkan untuk warga yang tinggal di daerah cekung masih harus tinggal di pengungsian untuk beberapa hari kedepan.

"Jumlah awal untuk secara keseluruhan di Pacarejo ada 1.403 pengungsi yang tersebar di 13 pos pengungsian. Namun sudah mulai berkurang. Untuk yang di balai desa sendiri ya hanya sebagian kecil yang sudah kembali ke rumah," kata Kasi Kesra Desa Pacarejo, Sumadiyanto.

Kebutuhan yang diperlukan oleh para pengungsi, ujar Sumadiyanto, yakni bahan makanan berupa sayuran. Pasalnya untuk makanan cepat saji seperti mie instan untuk di pos pengungsian cukup melimpah, namun untuk bumbu dapur dan sayur masih minim. 

"Alhamdulillah kalau bantuan selalu ada untuk pakaian juga banyak yang bawa. Tapi untuk sayuran masih sangat jarang. Bahkan karena saking kepepet beberapa kardus mie instan sempat ditukar dengan bumbu dapur dan sayuran," tambahnya.

"Kasihan kalau para pengungsi diberi makan mie terus, kebanyakan sini lansia. Maka dari itu kami berinisiatif untuk menukarkan sedapatnya saja," imbuhnya.

Meski sebagian genangan air mulai surut, namun di titik tertentu masih ada genangan air yang mencapai lebih dari 2 meter. Untuk mempercepat penyurutan air, DPU Gunungkidul meminjamkan alat penyedot air untuk dilakukan pembuangan yang diarahkan ke salah satu luweng yang sudah surut.

"Dari DPU meminjamkan 1 unit alat penyedot banjir. Ini kita juga pinjam 1 unit lagi dari daerah Watusigar. Hal ini dilakukan untuk mempercepat penyurutan air. Kasihan kalau warga harus tinggal lama di posko seperti ini terus," ucap Sumadiyanto.

Tim medis yang datang pun benar-benar dimanfaatkan oleh warga untuk periksa. Pasalnya beberapa warga mulai terserang penyakit masuk angin, batuk dan pilek. Seperti halnya dialami oleh pasangan suami istri Sukinem dan Warto Rejo.

Saat ada tim medis datang, keduanya langsung diperiksa kesehatannya lantaran kondisi tubuh menurun. Mereka tidur dan makan seadanya, berjejer dengan warga lain, serta hidup dengan keterbatasan yang ada. Aliran listrik padam pun membuat suasana setiap malam semakin sendu dan mencekam,terlebih jika turun hujan deras. Meski mengunakan jenset, namun nyala lampu begitu redup.

"Masuk angin biasa tapi ini sudah diberi obat. Setiap malam tidak bisa tidur, memikirkan rumah yang kelelep air hampir tidak terlihat. Barang-barang banyak yang hanyut. Kalau siang banyak orang berkunjung dan ngobrol seneng. Tapi kalau sudah sepi teringat rumah lagi," keluh Sukinem (65), warga Kuwon Kidul, Desa Pacarejo.

Saat banjir yang tiba-tiba menengelamkan rumah Sukinem pada Selasa (28/11) siang kemarin, ia sudah dievakuasi oleh anaknya yang beda RT ke rumah Saikem. Namun apesnya, di rumah Saikem juga ikut tergenang air sampai ketinggian dada orang dewasa. Kemudian satu keluarga tersebut baru dievakuasi oleh petugas Rabu (29/11) kemarin menggunakan perahu karet.