Lahan 7 Hektar Dibebaskan Pemerintah untuk Pembangunan Sirkuit Balap
Olahraga

Lahan 7 Hektar Dibebaskan Pemerintah untuk Pembangunan Sirkuit Balap

Wonosari, (gunungkidul.sorot.co)--Potensi yang dimiliki pemuda Gunungkidul dalam bidang otomotif, nampaknya akan segera mendapat perhatian dari Pemerintah Daerah Kabupaten Gunungkidul.

Pasalnya, sebidang tanah dengan luas 7 hektar telah disiapkan pemerintah untuk memfasilitasi kegemaran pemuda dalam bidang otomotif terutama untuk balap.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Gunungkidul, Bahron Rasyid mengatakan, pemerintah daerah menyediakan lahan seluas 7 hektar di Desa Pacarejo, Kecamatan Semanu untuk pembuatan sirkuit balap.

Tahun ini seluas 4,5 hektar tanah telah dibebaskan oleh pemerintah daerah. Sedangkan sisanya masih dalam proses, karena melewati serangkaian prosedur.

"Hal ini dilakukan untuk mendukung potensi pemuda yang ada. Karena di Gunungkidul sendiri banyak pembalap-pembalap baik motor maupun mobil yang berprestasi," kata Bahron Rosyid, Kamis (30/11/2017).

Meskipun sudah ada lampu hijau dari pemerintah, namun pihaknya meminta kepada pecinta balapan untuk bersabar. Langkah yang dilakukan oleh pemerintah itu nampaknya akan terealisasi pada tahun 2019 mendatang. Pemerintah masih harus menyelesaikan pekerjaan lain dan baru dapat fokus di penggarapan sirkuit balap itu. 

Sejumlah dinas dan instansi lain pun juga terlibat dalam rencana pembangunan sirkuit balap itu. Untuk pembebasan lahan sendiri dana yang digunakan bersumber dari APBD. Sedangkan untuk pembangunan dana dari pusat. Secara keseluruhan dana yang dibutuhkan lebih dari Rp 30 miliar.

"Adanya even yang sering digelar IMI di Gunungkidul dapat menyalurkan bakat para pemuda dan mengalihkan perilaku negatif menjadi positif. Kita sambut baik hal ini, maka dari itu kita baru berusaha untuk memfasilitasi apa yang menjadi kebutuhan mereka," tambahnya.

Selain untuk menyalurkan bakat para pemuda dalam bidang olahraga balap, dengan akan dibangunnya sirkuit balap ini juga diharapkan mampu mendongkrak pariwisata di Gunungkidul.

"Daripada anak muda banyak yang balapan liar dan beresiko tinggi, lebih baik nanti ikut balap resmi di sirkuit," tutupnya.