Kesejahteraan Pendidik PAUD Dinilai Masih Belum Mencukupi
Pendidikan

Kesejahteraan Pendidik PAUD Dinilai Masih Belum Mencukupi

Wonosari, (gunungkidul.sorot.co)--Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) memang penting untuk membentuk karakter anak agar menjadi generasi penerus yang berkualitas. Pendidik PAUD pun berusaha dengan semaksimal mungkin untuk memberikan pelayanan terbaik pada anak didik.

Seperti yang diungkapkan salah satu pendidik PAUD, Supriyanti, warga Kecamatan Semin. Ia bersama teman pendidik PAUD lainnya telah berusaha semaksimal mungkin memberikan pendidikan pada anak usia dini. Meski kesejahteraan pendidik PAUD belum seberapa, namun berbekal niat untuk membuat generasi lebih berkualitas ia tetap bertahan.

"Kalau kesejahteraan pendidik setiap bulannya hanya 100 ribu. Dari APBD yang setiap 6 bulan sekali menerima 600 ribu," kata Supriyanti, Jumat (01/12/2017).

Meski kesejahteraan pendidik terbilang masih kurang jika untuk mencukupi kebutuhan, namun menurutnya perhatian dari pemerintah sudah mulai meningkat. Hal itu salah satunya terlihat dari banyaknya bantuan yang tersalurkan ke daerah. 

"Kalau harapannya ya kalau bisa kesejahteraan pendidik PAUD lebih ditingkatkan karena yang di lapangan sudah berusaha semaksimal mungkin. Mulai dari memberikan pengertian pada orang tua agar memasukkan anak-anak ke PAUD dan memberikan materi pada anak. Meski sedikit tapi bisa meningkatkan semangat teman-teman," lanjutnya.

Sementara itu Kabid PAUD dan Pendidikan Non Formal, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, Nani Asyfiah mengatakan, soal kesejahteraan pendidik PAUD pemerintah baru bisa memperhatikan 656 pendidik yang setiap tahunnya mendapat dana sebesar Rp 1,2 juta.

Itu pun diterimakan 2 kali dalam setahun. Kita juga sudah berusaha maksimal, tapi karena ada keterbatasan, maka baru bisa mengkover sejumlah itu. Padahal untuk di Gunungkidul terdapat sekitar 3.218 pendidik PAUD, terangnya.

Lanjut Nani, dinas menyarankan para pendidik untuk lebih menjalin hubungan dengan pemerhati Pendidikan Anak Usia Dini, sehingga juga mendapat perhatian yang lebih. Dari pemerintah daerah sendiri tahun 2016 lalu mengucurkan dana bantuan lebih dari Rp 14 miliar. Sementara tahun 2017 ini mengalami peningkatan menjadi Rp 16,9 miliar.

Seperti desa atau pemerhati PAUD lainnya. Kalau desa kan jelas mendapat dana desa yang jumlahnya tidak sedikit, itu juga bisa untuk meningkatkan kesejahteraan PAUD, imbuh Nani.