Sejumlah Fasilitas Hanyut, Sri Gethuk Masih Ditutup
Wisata

Sejumlah Fasilitas Hanyut, Sri Gethuk Masih Ditutup

Playen, (gunungkidul.sorot.co)--Obyek wisata Sri Gethuk di Desa Bleberan, Kecamatan Playen hingga tanggal 10 Desember 2017 mendatang masih akan ditutup. Pasalnya pihak pengelola masih harus melakukan pembenahan terhadap sejumlah fasilitas umum yang rusak berat akibat bencana banjir yang terjadi pada hari Selasa (28/11) lalu.

Pengelola Sri Gethuk, Tri Harjono mengatakan, hingga Sabtu siang ini pihaknya masih berbenah di sekitar Sri Getuk. Banjir yang terjadi beberapa waktu lalu membuat ruang tunggu di dekat dermaga, ruang ganti, toilet dan ruang tiket roboh dan hanyut terbawa arus air yang ganas.

Selain itu, 3 perahu yang digunakan untuk aktifitas wisata pun juga hanyut. Ruang ganti yang berada di sekitar air terjun dan sedikitnya 200 pelampung kini hanyut tak tersisa saat banjir melanda.

"Sekarang kita masih berbenah. Obyek wisata masih akan ditutup sampai 10 Desember besok," kata Tri Harjono, Sabtu (02/11/2017) siang.

Sungai Oya yang melintas di Sri Gethuk pun juga mengalami longsor di beberapa titik sehingga sungai terlihat semakin luas. Untuk debit air di Sri Gethuk sudah mulai normal kembali. 

Adapun kerugian yang dialami di Obyek Wisata Sri Gethuk mencapai kurang lebih Rp 500 juta. Hal itu mengingat sejumlah fasilitas umum yang mengalami kerusakan dampak dari cuaca buruk yang terjadi di Gunungkidul.

Diperoleh informasi mengenai obyek wisata Goa Pindul yang beberapa waktu lalu sempat ditutup, untuk hari ini sudah mulai beroperasi. Meski ada sedikit kerusakan, namun sudah bisa tertangani.

Menurut Kasi Promosi dan Informasi, Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Gunungkidul, Purnomo Sumardamto, kendati sekarang Gunungkidul masih dalam status Darurat Bencana, namun untuk kondisi lapangan tergolong sudah aman.

Sejumlah obyek wisata pun sangat aman untuk dikunjungi oleh wisatawan yang hendak menikmati panorama Gunungkidul. Hanya memang di beberapa lokasi bencana yang masih terdapat sebagian korban bencana yang masih mengungsi.