Ngreneng Tenggelamkan 28 Hektar Lahan Petani, Kerugian Ditafsir Miliaran
Peristiwa

Ngreneng Tenggelamkan 28 Hektar Lahan Petani, Kerugian Ditafsir Miliaran

Semanu, (gunungkidul.sorot.co)--Air yang meluap di Ngreneng, Padukuhan Wediutah, Desa Ngeposari, Kecamatan Semanu membuat penasaran banyak pihak. Tak hanya kaum muda-mudi saja, sejumlah pejabat termasuk Ketua DPRD Gunungkidul, Suharno pun menyempatkan diri untuk melakukan peninjauan.

Bersama rombongan, politisi dari PDI Perjuangan itu melakukan pengecekan di Bribin dan Ngreneng. Dimungkinkan meluapnya kali hingga menyerupai danau tersebut karena alat di Bribin mengalami kerusakan akibat banjir yang terjadi beberapa waktu lalu.

Selain melakukan pengecekan di Ngreneng, Suharno juga melakukan pengecekan di Desa Pacarejo, Kecamatan Semanu yang ambrol akibat banjir.

Menurutnya, kondisi di daerah bencana saat ini masih sangat memprihatinkan, meskipun untuk bantuan logistik sudah terbilang cukup mencukupi.

"Pemerintah harus gerak cepat untuk mendata rumah, infrastruktur dan beberapa fasilitas lain agar segera ditindak lanjuti," tandas Suharno, Sabtu (02/12/2017).

Menurutnya, yang terjadi di Ngreneng tersebut lebih tepat dikatakan fenomena alam. Pasalnya kejadian ini baru pertama kali terjadi di lingkungan itu. 

Senada, Kepala Desa Ngeposari, Ciptadi pun menyatakan bahwa apa yang sedang terjadi di wilayahnya itu merupakan fenomena alam, meski menenggelamkan sekitar 28 hektar lahan pertanian milik warga sekitar.

"Luas lahan 28 hektar, panjangnya hampir 1,5 km mulai dari Padukuhan Ketonggo hingga Wediutah," kata Ciptadi.

Ia menambahkan, dari laporan warga puluhan pohon besar dan 3 tiang listrik pun ikut tenggelam. Kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta bahkan bisa miliaran rupiah, mengingat lahan milik warga sudah ditanami palawija dan padi.

"Totalnya ya bisa sampai miliaran kalau dihitung sama pohon jati dan pohon lain yang ikut tenggelam. Pasalnya jika tidak segera surut pohon-pohon yang ada akan lapuk dan ambruk," imbuhnya.

Hingga saat ini, masih banyak warga yang berdatangan untuk melihat fenomena ini. Sementara untuk ketinggian air sedikit demi sedikit sudah mulai mengalami penurunan.