Marak Bencana, Banyak Orang Lomba Menggalang Dana
Sosial

Marak Bencana, Banyak Orang Lomba Menggalang Dana

Wonosari, (gunungkidul.sorot.co)--Beberapa hari belakangan ini, pemandangan berbeda selalu nampak di hampir di seluruh lampu merah di Gunungkidul. Banyak anak muda di pinggir jalan menyodorkan kardus bertuliskan bantuan untuk korban bencana.

Baik dari anak muda yang masih berseragam anak sekolah, maupun pemuda yang berpakaian ala kadarnya dan rapi, dari pagi hingga malam menyodorkan kardus bagi pengguna jalan yang melintas.

Seperti yang dilakukan oleh Ikatan Otomotif Gunungkidul (IOG), sejak sore hingga malam para pemuda yang jumlahnya ratusan mulai menggalang dana untuk para korban bencana di alun-alun Wonosari dan di beberapa lampu merah di Gunungkidul.

"Untuk meringankan beban para korban bencana dan menumbuhkan rasa empati anggota IOG agar perduli kepada sesama," kata Koordinator Eko Dwi Saptono, Minggu (03/12/2017).

Adapun barang yang akan diberikan yakni berupa sembako dan pakaian pantas pakai yang dimiliki oleh para anggota. Pemberian bantuan menuju pada titik-titik yang belum tersentuh bantuan. Seperti salah satu padukuhan yang terdampak banjir di Kawasan Hutan Tleseh dan di Kecamatan Nglipar. 

"Kalau yang di Tleseh itu memang belum mendapat bantuan, tempatnya terpencil dan belum banyak yang tahu. Tepatnya hampir di tengah hutan Tleseh yang ada beberapa KK terdampak banjir," beber dia.

Sementara itu masih dari anak motor, puluhan Club sepeda motor King di Gunungkidul juga menggalang bantuan untuk korban bencana dengan membuka pos penyaluran di tempat Mbah Bowo, Siyono.

Dari hasil pengumpulan bantuan tahap awal telah menyalurkan ke Kwangen Lor, Banyusoca Kecamatan Playen, Padukuhan Jelok Desa Beji, dan Bonjing Desa Behiharjo, Kecamatan Karangmojo.

"Kami masih membuka pos penyaluran bantuan bagi mereka yang ingin berbagi hasil pengumpulan akan disalurkan ke Pengkol, Katongan, Melikan Nglipar, Kuwon Pacarejo, dan Plalar Ponjong," kata Ketua King, Nur Solikin.

Sama halnya dengan yang dilalukan oleh anak muda pecinta otomotif ini, alumni SMP Persiapan Semanu Tahun 1991-1992 pun menggalang dana untuk korban bencana. Penggalangan dana yang hanya dilakukan lewat media sosial itu justru mendapat respon baik.

Tak hanya alumni yang sukses di Gunungkidul saja, melainkan para perantau yang tinggal di Jakarta maupun di luar Jawa juga ikut memberikan sedikit rezekinya untuk korban bencana di Gunungkidul.

Mulai dari sembako dan kebutuhan para korban lainnya diberikan oleh alumni SMP Persiapan. Meski pengumpulannya terbilang singkat dan mendadak, namun bantuan yang didapat cukup banyak dan langsung dibelanjakan. Beberapa desa di Semanu yang menjadi titik pemberian bantuan.

"Pertimbangannya karena memang banyak saudara yang tinggal di Daerah Pacarejo dan Ngeposari yang terdampak bencana. Lingkupnya sini dulu besok kalau ada dana yang terkumpul lagi kita baru menyumbangkan keluar," kata koordinator baksos, Subiarta.