Jembatan Putus Muter 34 Kilo, Bonjing Dirikan Sekolah Darurat
Pendidikan

Jembatan Putus Muter 34 Kilo, Bonjing Dirikan Sekolah Darurat

Karangmojo, (gunungkidul.sorot.co)--Di tengah-tengah bencana yang sedang melanda Gunungkidul, pendidikan pada anak harus tetap dilakukan. Untuk itu posko di Padukuhan Bonjing, Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo membuka sekolah darurat untuk anak-anak, terlebih siswa SD yang bakal menghadapi ujian sekolah.

Koordinator Posko Bonjing, Suhari mengatakan, sejak bencana melanda akses ke daerah lain dari Bonjing benar-benar terputus. Warga tidak bisa keluar, karena jembatan di Kali Oya yang melintas ambrol dan terbawa arus.

Terlebih anak sekolah, mereka hingga kemarin pun belum bisa mengikuti kegiatan belajar seperti biasanya. Untuk siswa SMP dan SMA sebelum ketinggian air surut, jika hendak pergi ke sekolah mereka harus melewati hutan kayu putih dan memutar jalur sejauh 34 kilometer.

"Sebenarnya memang berbahaya tapi mau bagaimana, mereka juga harus sekolah. Sebentar lagi juga mau ujian," kata Suhari, Minggu (04/12/2017).

Maka dari itu, pihaknya memutuskan untuk mendirikan pos sekolah darurat. Jika hari biasa guru-guru Sekolah Dasar datang ke Pos untuk memberikan materi seperti di sekolah. Sedangkan di jam bebas, dari para relawan mahasiswa mengisi untuk memberikan semangat dan pengetahuan baru. 

"Bapak ibu guru SD setiap pagi ke sini untuk memberikan materi pada anak-anak. Di sini ada 34 pelajar baik SD, SMP, dan SMA," imbuhnya.

Sementara untuk siswa SMA dan SMP untuk pergi sekolah sekarang harus menyeberang derasnya arus sungai Oya. Demi pendidikan mereka rela setiap pagi harus menyeberang kali yang masih berbahaya itu.

Lama dari sekolah darurat ini berdiri tergantung dengan kondisi di Bonjing sudah stabil dan aman. Untuk jumlah warga yang terisolir di daerah ini ada 75 KK terdiri dari 360 jiwa.

Lagi-lagi lantaran akses jalan yang terputus, ada salah satu warga Bonjing yang mengalami sakit Hernia parah. Meski sudah ada tim medis di posko, namun mereka terkendala dengan proses evakuasi keluar dari wilayah Bonjing.

"Kondisinya sejak semalam sudah memprihatinkan dan harus dirujuk. Tapi kami terkendala alat, proses evakuasi menjadi semakin sulit," pungkasnya.