Kunjungi Korban Bencana, Anggota DPR RI Kritik Pemerintah Kurang Terjun Lapangan
Sosial

Kunjungi Korban Bencana, Anggota DPR RI Kritik Pemerintah Kurang Terjun Lapangan

Gedangsari,(gunungkidul.sorot.co)--Tak hanya masyarakat, bencana banjir besar yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Gunungkidul cukup mengagetkan sejumlah pejabat. Sebagai wilayah yang terkenal dengan kawasan rawan bencana kekeringan, banjir menjadi jenis bencana yang nyaris tak pernah terpikirkan.

Hal ini pula yang dirasakan oleh anggota DPR RI, MY Esti Wijayanti. Anggota Fraksi PDIP ini tampak geleng-geleng kepala melihat cukup parahnya dampak bencana yang dirasakan oleh warga Gunungkidul.

Pada Minggu (3/12) kemarin, ia menggelar kunjungan sekaligus menyerahkan bantuan ke Padukuhan Nglaran, Manggung, Desa Ngalang serta Desa Mertelu, Kecamatan Gedangsari dan Desa Pacarejo, Kecamatan Semanu.

Melihat derita warga terdampak bencana, Esti meminta kepada pihak eksekutif dalam hal ini Pemkab Gunungkidul untuk lebih serius dalam melakukan penanganan bencana. Ia mendapatkan keluhan dari warga yang hingga saat ini, nyaris seminggu sejak bencana datang, masih belum menjumpai perwakilan dari pemerintah yang datang.

"Yang datang dan mengurus baru Pak Dukuh atau Pak Kades, belum ada dari Pemkab Gunungkidul yang datang meninjau lokasi," urai Esti ketika ditemui sorot.co, Minggu petang.

Perhatian pemerintah disebut Esti menjadi sangat penting lantaran untuk saat ini, peran pemerintah tidak melulu hanya berkutat pada penanganan pasca bencana. Hal lain yang perlu segera dikaji adalah antisipasi terhadap bencana. Selama ini, pelatihan masyarakat hanya sebatas pada antisipasi bencana gempa bumi, tanah longsor maupun tsunami, sedangkan untuk bencana banjir pengetahuan masyarakat masih sangat minim. 

"Seperti ini di Kecamatan Gedangsari, kalau saya lihat masih mungkin terjadi bencana longsor susulan. Kalau pemerintah tidak datang langsung dan melihat di lokasi, tentu penanganan maupun antisipasinya tidak bisa maksimal," papar dia.

Dalam kunjungannya ke Kecamatan Semanu dan Gedangsari sendiri, politisi PDIP ini memilih untuk tidak hanya berkutat pada penyaluran bantuan logistik. Bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana DPP PDIP, ia juga menyalurkan bantuan alat tulis hingga makanan penunjang ASI untuk siswa dan anak-anak.

Perhatian kepada anak-anak korban bencana harus dilakukan, mengingat biasanya dalam kondisi semacam ini para orang tua lebih mengurus penanganan bencana sehingga secara gizi dan makanan, anak-anak seringkali terlantar.

Selain itu ia juga menjanjikan akan melakukan pengedropan air bersih ke sejumlah wilayah. Warga juga mengeluhkan layanan PDAM yang menjadi gantungan untuk memenuhi kebutuhan air bersih lumpuh pasca banjir.

"Apalagi para siswa besok Senin juga akan menempuh ujian semester. Kami merasa perlu untuk selain memberikan bantuan alat tulis juga memompa semangat mereka agar bisa kemudian menempuh ujian dengan baik," ujar Esti.

Sementara itu Ketua DPRD Gunungkidul, Suharno yang juga turut serta mendampingi Esti dalam penyaluran bantuan mengapresiasi kekompakan seluruh masyarakat, baik warga Gunungkidul, perantau, hingga warga luar Gunungkidul yang bahu membahu dalam membantu para korban bencana. Menurutnya, hal ini menjadi hikmah di balik bencana yang ada sekaligus membuktikan betapa warga Gunungkidul sangat bersatu dan saling membantu.

"Bencana ini memang sangat mengejutkan sehingga tidak semua warga siap. Selama hidup, baru sekali ini bencana banjir besar melanda Gunungkidul," tutup dia.