Petani Korban Bencana Bakal Dapat Ganti Rugi dari Pemerintah
Peristiwa

Petani Korban Bencana Bakal Dapat Ganti Rugi dari Pemerintah

Semanu,(gunungkidul.sorot.co)--Bencana banjir besar yang terjadi pada Selasa (28/11) lalu menjadi duka oleh ribuan warga terdampak bencana. Tak hanya merusak pemukiman, namun banjir juga merusak puluhan hektar lahan pertanian.

Ketua DPRD Gunungkidul, Suharno menyatakan bahwa pemerintah tengah merumuskan skema pemberian ganti rugi kepada para petani yang lahannya rusak diterjang banjir. Saat ini, lantaran adanya keterbatasan anggaran di Pemkab Gunungkidul, tengah dilakukan koordinasi dengan pihak Pemda DIY dan kementerian terkait ganti rugi tersebut.

"Saat ini sedang didata dan dihitung, nanti akan segera diberikan ganti rugi kepada para petani korban bencana banjir," ujar Suharno, Minggu (3/12/2017).

Berdasarkan perhitungan sementara yang telah dilakukan, menurut Suharno, telah tercatat adanya kerusakan di lahan pertanian seluar 91 hektar. 

Selain berdampak pada pertanian, banjir dan tanah longsor yang terjadi juga merusak jalan serta jembatan yang tentunya mengganggu aktifitas masyarakat. Di beberapa tempat, warga bahkan terisolir karena jembatan yang menghubungkan wilayah mereka dengan wilayah lain luluh lantak diterjang banjir.

Ia sendiri selaku Ketua DPRD sudah menjalin koordinasi dengan eksekutif agar bisa secepatnya melakukan perbaikan atau membangun kembali akses transportasi masyarakat yang rusak akibat banjir.

"Untuk jembatan ada 9, sedangkan jalan total sepanjang 30 kilometer. Kita berharap bisa segera diperbaiki dan kembali bisa digunakan masyarakat," tandas dia.

Terkait dengan distribusi bantuan maupun penanganan bencana, ia sangat mendorong agar Pemkab Gunungkidul bisa langsung melakukan penanganan.

"Ndak usah terlalu banyak rapat, komunikasi, langsung ditangani," tegas Suharno.

Sejauh ini, menurutnya, penanganan warga dan pemerintah terhadap bencana banjir dan longsor di Gunungkidul sudah cukup baik. Saat ini sebagian besar korban bencana telah mendapatkan bantuan.

Pun demikian dengan masalah penanganan lanjutan seperti misalnya penanganan kesehatan. Sejumlah posko bencana sudah dilengkapi dengan petugas kesehatan. Puskesmas-puskesmas terutama di kawasan yang terpapar bencana juga saat ini beroperasi normal memberikan pelayanan.

"Jika masih ada masyarakat yang belum mendapatkan distribusi bantuan bisa langsung melapor, akan segera dikirimkan. Prinsipnya, jangan sampai kebutuhan warga tidak tercukupi, apalagi yang menyangkut masalah logistik," tandas Suharno.