Dua Hektar Tanaman Lenyap, Petani Melon Gigit Jari
Ekonomi

Dua Hektar Tanaman Lenyap, Petani Melon Gigit Jari

Ngawen,(gunungkidul.sorot.co)--Bencana banjir yang melanda wilayah Kabupaten Gunungkidul pekan lalu ternyata menyulut kesedihan mendalam bagi sejumlah petani melon di Desa Beji, Kecamatan Ngawen. Tanah seluas 2 hektar yang ditanami melon hanyut terbawa arus air hujan. Padahal melon tersebut sudah waktunya dipanen.

Seorang petani melon, Heri mengatakan, kerugian yang diterimanya mencapai puluhan juta rupiah. Oleh karena, ribuan tanaman melon miliknya hilang dan hanya tersisa tak lebih dari 20 tanaman.

Rasanya nyesek. Karena modal juga tidak sedikit,” kata dia, Selasa (05/12/2017).

Dijelaskan Heri, dalam proses menanam melon membutuhkan dana yang tidak sedikit. Dari mulai bibit sampai dengan penggarapan tanah semua mengeluarkan biaya. Pun demikian mendekati masa panen harus melakukan perawatan secara ekstra. 

Bibitnya per batang beli Rp 1.300 dari Jawa Tengah. Penggarapan lahan dari membubuhi pupuk, sampai menyemprot obat dalam proses perawatan agar melon memiliki harga jual bagus,” jelasnya.

Namun proses yang ia lakukan sejak 3 bulan lalu kandas tanpa hasil lantaran diterjang bencana alam. Bahkan ia belum bisa mengolah lahan dan menyiapkan bibit lagi karena terkendala modal.

Kalau bisa dipanen kan setidaknya ada modal. Kerugian sekitar Rp 80 juta lebih. Sekarang belum bisa berbuat apa apa,” ungkap Heri.

Meski begitu ia tetap optimis bisa menanam melon kembali di lahan 2 hektar tersebut. Entah modalnya dari mana, namun menjadi petani melon merupakan pekerjannya sejak dulu. Dengan hasil melon yang dijualnya Rp 6 ribu sampai Rp 10 ribu perkilogram bisa untuk menghidupi anak dan istrinya selama ini.